Pemerintah Thailand Konfirmasi Gotabaya Rajapaksa Sudah Tiba, Bakal Menetap Sementara
Dunia

Pemerintah Thailand telah mengkonfirmasi bahwa eks Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa sudah tiba di negaranya pada Kamis (11/8) malam. Rajapaksa disebut akan tinggal sementara di Thailand.

WowKeren - Mantan Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa sebelumnya disebut akan berpindah dari Singapura ke Thailand. Kini, Rajapaksa pun diketahui telah tiba di Bangkok pada Kamis (11/8) malam.

Pemerintah Thailand pun sebelumnya juga telah menyampaikan bahwa Rajapaksa akan menetap sementara di negaranya. Melansir Bangkok Post, Rajapaksa tiba di Bandara Don Mueang sekitar pukul 8 malam menggunakan pesawat sewaan dari Bandara Seletar di Singapura.

Rajapaksa disebut tiba di Bangkok pada hari yang sama, ketika visanya di Singapura telah habis masa berlakunya. Sebagaimana diketahui, Rajapaksa telah melarikan diri dari Sri Lanka ke Singapura pada 14 Juli 2022 lalu, di tengah kerusuhan publik yang berkepanjangan atas krisis ekonomi terburuk negara tersebut dalam beberapa dasawarsa.

Rajapaksa kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Sri Lanka. Rajapaksa sendiri diperkirakan akan tinggal sementara di Thailand dan tidak berniat mencari suaka politik.


"Ini adalah masalah kemanusiaan dan ada kesepakatan bahwa ini adalah tempat tinggal sementara," ujar Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha kepada wartawan, dilansir melalui Bangkok Post, Jumat (12/8).

Meski begitu, Prayut juga mengatakan bahwa Rajapaksa tidak bisa berpartisipasi dalam kegiatan politik apapun selama berada di Thailand. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Don Pramudwinai menuturkan bahwa pemerintah Sri Lanka saat ini juga mendukung perjalanan Rajapaksa ke Thailand.

Don juga menyampaikan bahwa paspor diplomatik Rajapaksa memungkinkan dirinya untuk tinggal di Thailand selama 90 hari. Di sisi lain, berdasarkan sumber tersebut, Rajapaksa disebut merencanakan kunjungan singkat di Thailand dan akan kembali ke Singapura.

Di sisi lain, orang kepercayaan Rajapaksa mengatakan bahwa Rajapaksa ingin kembali pulang ke Sri Lanka, lantaran protes terhadap pemerintahannya telah mereda, namun penggantinya yakni Ranil Wickremesinghe yang telah menasihatinya untuk tidak kembali lebih awal.

Rajapaksa sendiri sejak meninggalkan Sri Lanka hingga saat ini belum juga berkomentar atau memberikan keterangan di hadapan publik. Sementara sebuah kelompok hak asasi manusia (HAM) internasional pada bulan lalu secara resmi meminta Singapura untuk mendakwa Rajapaksa atas kejahatan terhadap kemanusiaan selama perang saudara selama beberapa dekade di negaranya yang berakhir pada tahun 2009 silam.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait