Calon Mertua Kim Yuna Enggan Ladeni Media Sebelum Pernikahan, Akui Sempat Berselisih sang Putra
Instagram
Selebriti
Pernikahan Kim Yuna Ratu Skating Korsel

Merasa pernah menyebabkan masalah karena ucapannya, calon mertua Kim Yuna memutuskan untuk menghindari pertanyaan media. Ternyata Pendeta Ko sempat berselisih paham dengan putranya.

WowKeren - Calon ayah mertua Kim Yuna, Pendeta Ko Kyung Soo baru-baru ini buka suara soal hubungan putranya. Ayah Ko Woo Rim Forstella itu sempat mengungkapkan ada sedikit gesekan antara dirinya dan sang putra.

Pada Minggu (11/9), Pendeta Ko Kyung Soo mempersiapkan festival khusus bersama para migran untuk meraykan Chuseok di Daegu. Setidaknya ada 800 orang yang berasal dari jemaat gereja migran asal Vietnam, Filipina dan lokal Daegu hadir dalam acara tersebut.

Saat ditemui wartawan lokal di luar venue, Ko Kyung Soo bersedia memberikan sepatah dua patah kata baik soal acara maupun anaknya. Seperti diketahui, Ko Woo Rim dan Kim Yuna akan menikah pada Oktober mendatang. Rupanya ia memutuskan tidak mau meladeni pertanyaan media yang menjurus pada konflik.

"Saya akan menjawab setelah upacara pernikahan... saya meminta pengertian anda," kata Pendeta Ko Kyung Soo.

Rupanya Pendeta Ko punya alasan untuk tidak memberikan keterangan lebih lanjut sebelum upacara pernikahan berlangsung. Menurutnya, ia harus menjaga hubungan keluarga dengan tidak mengatakan banyak hal di hadapan media berkaca dari apa yang sudah terjadi.


"Apa yang saya katakan pada media sebelumnya telah menyebar begitu banyak sehingga hubungan ayah-anak kami salah arah sebelum pernikahan," jelasnya.

Sebelum pergi, Pendeta Ko menambahkan, "Sulit menjawab apapun sekarang karena minat publik berlebihan tentang hubungan mereka.

Pendeta Ko Kyung Soo sendiri telah memimpin Pusat Misi Migran Daegu. Selama ini, ia memberikan konsultasi gratis tentang tenaga kerja, kecelakaan industri dan masalah HAM yang dialami para migran dan membantu mereka dalam dukungan medis dan tempat tinggal.

Selama dua jam Pendeta Ko berada di tengah festival Chuseok dan menikmati waktunya. Sosoknya telah menyaksikan penderitaan masyarakat sekitar ketika pandemi menyentuh Daegu pada 2020 lalu yang menyebabkan kekurangan masker hingga hand sanitizer.

"Festival Chuseok migran telah merayakan hari jadi ke-14. Saya harap para migran yang telah menderita masa suram dan sulit bisa mengisi ulang keberanian dan kebahagiaan melalui festival setelah 3 tahun hidup dalam pandemi," papar Pendeta Ko.

(wk/inta)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait