Tutupi Cantik Alami, Berikut Tips Minimalisir Bahaya Beauty Filter
Pexels
SerbaSerbi

Bahaya dari penggunaan beauty filter secara berlebih tak bisa dianggap remeh. Karena itu, pelajari 7 tips berikut guna meminimalisir bahaya beauty filter.

WowKeren - Fenomena beauty filter sudah bukan lagi menjadi topik awam di masyarakat. Jutaan pengguna media sosial terutama milenial sering memakai beauty filter untuk mempercantik wajah atau mengubah bentuk tubuh sesuai keinginan mereka.

Terbukti, maraknya penggunaan filter menimbulkan sejumlah dampak serius. Beberapa di antaranya adalah masalah kesehatan mental, depresi hingga munculnya keinginan oplas. Denise Hatton, Chief Executive, YMCA England & Wales membenarkan bahwa mengatasi penggunaan filter adalah tantangan serius di era digital seperti sekarang.


"Selama beberapa tahun terakhir, tantangannya adalah mengatasi penggunaan filter yang berlebihan khususnya kaum muda. Internet telah berubah Ketika waktu tatap muka kita berkurang dan waktu kita di layar meningkat. Lebih penting untuk menjaga kesehatan mental kita tetap terkendali," kata Denise.

Karena itu, WowKeren telah merangkum sejumlah metode bijak guna meminimalisir penggunaan beauty filter. Buat sobat WowKeren yang berminat lepas dari hobi pakai beauty filter, artikel kali ini kemungkinan bakal cocok untuk kalian. Yuk, langsung simak dalam ulasan berikut ini.

(wk/Sisi)

1. Kurangi Bermain Medsos


Kurangi Bermain Medsos
Pxhere

Langkah awal yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengurangi penggunaan media sosial. Pasalnya, fitur beauty filter kerap muncul pada aplikasi media sosial seperti Instagram, Snapchat hingga TikTok.

Banyaknya pengguna media sosial yang memakai beauty filter juga dapat memicu keinginan orang lain untuk mengikuti trend yang sama. Karena itu, mengurangi bermain media sosial bisa menjadi langkah awal yang tepat.

2. Cintai Diri Sendiri


Cintai Diri Sendiri
Pexels

Profesor sekaligus psikolog Dr Peace Amadi, PsyD menyampaikan pentingnya mencinta diri sendiri. Menurut Amadi, mereka yang mencintai dan menghargai diri sendiri jarang menyukai penggunaan beauty filter. Perbanyak pujian untuk diri sendiri juga membantu Anda tampil apa adanya.

"Cara Anda memperlakukan diri sendiri juga penting. Beri pujian pada diri sendiri seperti 'Saya tidak perlu terlihat sempurna untuk diterima oleh orang lain dan ucapkan dengan lantang. Terkadang memberi motivasi pada diri sendiri bisa sangat membantu," kata Amadi.

3. Berhenti Ikuti Pengguna Yang Hobi Pakai Beauty Filter


Berhenti Ikuti Pengguna Yang Hobi Pakai Beauty Filter
Pexels

Langkah selanjutnya adalah menentukan circle pertemanan. Anda bisa memulai dengan berhenti mengikuti akun medsos orang-orang yang dianggap hanya memberikan dampak negatif pada diri Anda. Personal trainer sekaligus influencer Carly Rowena mengaku telah merasakan langsung manfaat dari metode tersebut.

"Saya telah melakukan upaya sadar untuk tidak mengikuti atau berinteraksi dengan akun yang menggunakan filter atau Photoshop untuk mengubah penampilan mereka. Itu tidak asli, tidak menginspirasi dan memicu saya membandingkan diri dengan orang lain," ujar Carly.

4. Sedini Mungkin Pahami Bahaya Media Sosial


Sedini Mungkin Pahami Bahaya Media Sosial
Pexels

Penting juga memiliki pemahaman bahwa media sosial dan filter bisa menimbulkan risiko bahaya. Kenali bahaya-bahaya penggunaan filter dengan seksama. Dengan begitu, keinginan Anda untuk meninggalkan beauty filter semakin besar. Psikodermatologi Dr. Josie Howard menyetujui hal itu.

"Saya pikir kita harus benar-benar secara kognitif dan sadar menantang dan mengingatkan diri kita bahwa filter ini tidak nyata adalah langkah pertama yang baik. Penting juga untuk memiliki kesadaran tentang kapan media sosial dapat menyebabkan depresi dan kecemasan," papar Josie.

5. Ikuti Akun-Akun Positif Dan Memotivasi


Ikuti Akun-Akun Positif Dan Memotivasi
Pxhere

Anda juga disarankan untuk mengikuti akun-akun media sosial yang positif, bermanfaat dan memotivasi. Bila Anda ingin melepas kebiasaan memakai beauty filter, follow lah orang-orang yang tampil percaya diri tanpa bantuan teknologi tersebut. Saran itu disampaikan Dr. Leela R. Magavi selaku psikiatris dan direktur Pusat Perawatan MindPath.

"Buat feed sosial Anda menjadi ranah positif, inspirasi dan memotivasi. Media sosial adalah ruang gema , yang berarti algoritme dirancang untuk terus memberi Anda satu perspektif dan pandangan dunia berdasarkan siapa yang Anda ikuti, apa yang Anda ikuti, dan sukai," saran Dr. Magavi.

6. Konsisten


Konsisten
Pexels

Konsisten juga diperlukan dalam hal ini. Jangan tergiur mencoba beauty filter bila Anda sudah memiliki keinginan untuk menghindarinya. Meski sulit, yakinkan diri sendiri bahwa Anda cantik meski tanpa filter. Penata rias dan fotografer Caroline Rocha yang mengalami hal serupa menyampaikan saran tersebut.

"Saya selalu konsisten melawan kepalsuan semacam ini. Saya akan berkata, 'Oke, saya harus memfilter foto saya. Saya harus membuat hidung saya lebih tipis dan memberi bibir saya perona karena saya merasa jelek. Dan saya seperti, 'Whoa, Whoa, tidak, saya tidak seperti itu. Saya ingin merasa cantik tanpa mengubah hal-hal ini'," terang Caroline.

7. Syukuri Apa Yang Ada


Syukuri Apa Yang Ada
Pixabay

Terakhir yang kerap dilupakan adalah, kesadaran diri untuk mensyukuri apapun yang sudah Tuhan berikan. Psikolog sekaligus profesor Katharine Philips, MD mengimbau untuk memperbanyak rasa syukur dan berhenti memandang rendah fisik sendiri. Menurutnya, yang terpenting adalah kebahagiaan dan kesehatan semasa hidup.

"Jika Anda mendapati diri Anda mengeluh tentang perut atau bentuk kaki, ubah pandangan dengan mengucap terima kasih tulus karena Anda diberi anggota tubuh yang lengkap. Lebih baik memikirkan kesehatan dan kebahagiaan ketimbang sibuk menjadi sempurna. Cobalah untuk menerima dan menghargai diri Anda," papar Dr. Katharine.

Nah, itu dia 7 tips yang bisa WowKeren bagikan untuk kalian yang ingin berhenti menggunakan beauty filter. Semoga artikel di atas dapat bermanfaat ya. Terus nantikan artikel menarik lainnya dari kami. See you!


You can share this post!

Related Posts