Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Bertambah 174 Orang, 17 Di Antaranya Anak-Anak
AFP
Nasional
Tragedi Kanjuruhan

Update, korban meninggal dunia akibat tragedi Kanjuruhan Malang bertambah menjadi 174 jiwa. 17 di antaranya dilaporkan adalah anak-anak, sementara lebih dari 200 orang alami luka ringan.

WowKeren - Indonesia tengah berduka imbas tragedi Kanjuruhan. Bentrok dan kerusuhan pasca pertandingan Arema vs Persebaya dalam laga kompetisi Liga 1 telah memakan ratusan korban jiwa, tak terkecuali anak-anak.

Tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10) bahkan diklaim sebagai tragedi sepakbola terparah di Indonesia. Sebelumnya dilaporkan 127 orang tewas akibat tragedi ini.

Kini, BPPD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) melaporkan adanya kenaikan data korban jiwa. Korban tewas imbas tragedi Kanjuruhan dilaporkan bertambah menjadi 174 orang. Hal demikian disampaikan langsung oleh Emil Dardak selaku Wakil Gubernur Jawa Timur.

"Data BPPD Jatim pada pukul 10.30 tadi memang demikian, 174 korban meninggal," kata Emil kepada CNNIndonesia, Minggu (2/10).

Sementara itu, dari 174 korban, 17 di antaranya dilaporkan adalah anak-anak. Kabar itu disampaikan Nahar, Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.


"Iya, ini bersama Dinas PPPA Provinsi dan Kota Malang sedang melacak data anak-anak yang menjadi korban. Data yang masuk, 17 anak meninggal dan tujuh dirawat, tapi kemungkinan bisa bertambah," kata Nahar ditemui Antara, Minggu (2/10).

Lebih lanjut, Emil Wakil Gubernur Jatim menerangkan ada 8 rumah sakit rujukan yang kini intens merawat korban tragedi Kanjuruhan. Selain 174 meninggal dunia, 11 orang dilaporkan mengalami luka berat. Sedangkan, 298 lainnya mengalami luka ringan.

Ironisnya, tak semua jenazah teridentifikasi. Emil menyebut sekitar lebih dari 10 korban jiwa belum teridentifikasi. Karena itu, aparat setempat telah menyiapkan posko crisis center yang bisa digunakan pihak-pihak yang ingin mencari anggota keluarga mereka.

"RS Saiful Anwar tadi sudah membantu identifikasi. Ada lebih dari 10 korban jiwa yang belum bisa teridentifikasi. Kalau ada keluarga yang mau lapor itu poskonya (crisis center) ada di depan Balai Kota Malang. Kontaknya 112, di BPPD Kota Malang," papar Emil.

Diketahui, kerusuhan di stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur terjadi akibat kekalahan Arema FC melawan Persebaya dengan skor 2-3. Suporter Arema pun memasuki lapangan usai tim mereka kalah. Polisi kemudian merespons dengan menembakkan gas air mata. Kondisi itu membuat seluruh penonton di tribun panik, sesak napas, pingsan dan terinjak-injak.

(wk/Sisi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait