Coach Andri mengungkapkan bahwa cepatnya penurunan angka timbangan bukanlah satu-satunya indikator yang menentukan keberhasilan diet. Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan?
- Nov 4, 2022
WowKeren - Setelah berhasil menurunkan berat badan, tak ada jaminan pasti tubuh langsung bebas dari lemak. Hal ini lantaran lemak pada dasarnya masih dibutuhkan tubuh sebagai cadangan energi. Hanya saja, komposisi lemak setelah diet harusnya bisa berkurang. Namun pada beberapa kondisi, penurunan berat badan yang cepat tidak dibarengi dengan turunnya massa lemak yang signifikan.
"Ada yang berat badannya sudah normal dan ternyata lemak visceral-nya masih tinggi. Penyebabnya apa? Salah satunya adalah gaya hidup yang tidak sehat dalam jangka waktu yang panjang," jelas Andri. "Saat kita enggak makan dan turun berat badan, bisa jadi komposisi yang berkurang bukan hanya lemak tapi juga massa otot, makanya lemak visceral-nya masih tinggi. Kalau kita dietnya dengan lebih sehat, bisa jadi komposisi lemak visceral-nya yang turun akan jauh lebih besar."
Andri juga menambahkan bahwa lemak visceral ini merupakan pemicu penyakit-penyakit kronis. "Makanya, diusahakan punya lemak visceral rendah agar risiko penyakit diabetes, jantung dan darah tinggi berkurang," tambah Andri. "Jadi, lemak itu ada dua, subkutan dan visceral. Lemak subkutan itu yang letaknya di bawah kulit sedangkan visceral inilah yang membuat kita obesitas sentral. Obesitas sentral sendiri itu adalah penumpukan lemak di daerah perut." Karena itulah, para pejuang diet harus benar-benar memperhatikan pola makan agar tak terjadi penumpukan lemak setelah turun berat badan.
(wk/yoan)