Penulis Tanggapi Masalah Akurasi Sejarah 'Under The Queen's Umbrella'
tvN
TV
Serba-Serbi The Queens Umbrella

Baru-baru ini penulis naskah 'Under The Queen's Umbrella' menanggapi kontroversi akurasi sejarah dan sinisme dari drama tersebut. Simak penuturannya berikut ini.

WowKeren - Drama Kim Hye Soo "Under The Queen's Umbrella" sempat menuai kontroversi hingga dikritik para sejarawan. Masalah ini akhirnya ditanggapi oleh penulis Park Ba Ra yang menggarap drama tersebut.

Pertama-tama, penulis Park Ba Ra mengatakan bahwa dia telah melakukan yang terbaik dan melakukan banyak riset demi drama ini. Dia juga mengapresiasi upaya tim produksi untuk menghadirkan berbagai barang tradisional Korea di dalamnya.

Penulis Park Ba Ra menuturkan, "Saat menulis 'Under The Queen's Umbrella', aku melihat banyak makalah, catatan sejarah dan buku untuk menulis dialognya. Berbagai tradisi unik diperkenalkan di 'Under The Queen's Umbrella'. Aku pikir judul 'Shuroop' dalam bahasa Korea murni."

Dia melanjutkan, "Selain itu, 'Shuroop' menampilkan hanbok dan binyeo (jepit rambut hias tradisional Korea) yang indah, pemandangan tradisional indah dan tak tertandingi yang tak terhitung jumlahnya serta makanan Korea yang unik (termasuk kimchi). Aku pikir ada berbagai alasan untuk memberikan ulasan baik pada 'Under The Queen's Umbrella' dari pemirsa luar negeri."

"Kebanyakan orang modern menghabiskan waktunya untuk pendidikan bahasa asing. Karena 'Under The Queen's Umbrella' juga didasarkan pada pendidikan, bahasa asing sangat diperlukan," tuturnya.


Penulis Drama Kim Hye Soo Tanggapi Masalah Akurasi Sejarah \'Under The Queen\'s Umbrella\'

Source: tvN

Penulis Park Ba Ra kemudian meminta maaf atas kontroversi yang terjadi. Dia berkata, "Untuk meminimalisir ketidaknyamanan saat menonton, beberapa pengaturan dikecualikan dan diubah. Tapi ada kesalahan di mana tulisan 'Mul Gwi Won Ju' tetap ada dan kami memperbaikinya segera setelah siaran."

"Sekali lagi, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Kritik dan standar juga merupakan perpanjangan dari minat dan kami berencana untuk berpikir lebih keras sambil bersyukur," ungkapnya.

Kendati demikian, penulis juga meminta netizen untuk berhenti menyerang keluarganya. Dia berujar, "Namun, mohon menahan diri dari fitnah dan menyebarkan informasi palsu tidak hanya kepadaku namun juga pada keluargaku."

"Selain itu, drama sejarah fusi membutuhkan imajinasi bebas untuk direncanakan dan diproduksi. Imajinasi kita bisa menyusut jika kriteria penelitian sejarah yang terlalu ketat diterapkan pada konten termasuk dalam kategori imajinasi," pungkasnya.

Meski sempat menuai kritik, "Under The Queen's Umbrella" tetap meraih kesuksesan luar biasa. Drama ini tak hanya mencatat rating tinggi di Korea, namun juga menjadi hit di berbagai negara termasuk Indonesia.

(wk/eval)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait