Menjelang akhir tahun 2022, terkuak deretan artis yang menjadi korban cancel culture publik karena perkataan atau sikap mereka yang dinilai tak sesuai dengan konsep di masyarakat. Siapa sajakah mereka?
- Dec 30, 2022
WowKeren - Penyanyi jebolan "Indonesian Idol", Keisya Levronka, menuai sukses lewat lagu "Tak Ingin Usai". Lagu bernada tinggi itu dibawakan apik oleh Keisya hingga publik jadi kagum pada bakat menyanyinya. Bahkan MVnya juga tembus 63 juta viewers di YouTube.
Namun seiring dengan viralnya lagu tersebut, Keisya malah kena cancel culture dari publik. Ia dinilai gagal membawakan nada tinggi hingga suaranya disentil sumbang saat menyanyikan lagu secara live. Tak cuma itu, suara Keisya juga dibanding-bandingkan dengan penyanyi muda yang satu angkatan dengannya seperti Lyodra, Tiara Andini hingga Mahalini.
Keisya juga dinilai tak kuat mental menghadapi kritikan soal suaranya. Diakui Keisya, ia sempat datang ke psikolog akibat kena cancel culture.
"Setelah ramai itu aku benar-benar jadi orang yang berbeda. Dulu tuh aku suka banget ketemu orang, suka ngobrol panjang lebar. Sekarang kalau ketemu orang aku kayak takut," katanya. "Terus pertama kalinya aku ke psikolog kemarin. Ke psikolog bukan hal yang salah kan, aku cuma ngecek ini ada apa sih kenapa sama aku. Dan ternyata itu jatuhnya trauma."
Keisya juga mengaku kalau ia makin rajin latihan demi mencegah suaranya fals saat live. Ia mengakui kalau dirinya mudah gugup ketika tampil live akibat dihujat netizen. Namun meski begitu, Keisya tak pernah menyerah. Ia tetap mencoba membawakan nada tinggi secara live hingga mengundang simpati publik.
Penyanyi asal Surabaya itu juga tak berhenti berkarya meski dicibir netter. Ia kembali menuai pujian saat merilis lagu "Hidup Tanpamu" yang MVnya sudah dilihat lebih dari 4 juta viewers.
(wk/riaw)