Wulan Guritno tengah terseret dugaan terlibat promosikan judi online. Uniknya, Menkominfo Budi Arie Setiadi justru usulkan Mulan Guritno menjadi duta anti judi online yang langsung ramai menuai kritikan.
- devikireina
- Senin, 04 September 2023 - 23:55 WIB
WowKeren - Seperti diketahui baru-baru ini nama Wulan Guritno terseret dalam dugaan keterlibatan mempromosikan judi online. Pihak kepolisian dengan sigap bakal memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi.
Meski video dugaan Wulan promosikan sebuah judi online itu diambil pada tahun 2020 silam namun menurut keterangan polisi, situsnya masi tetap beroperasi sampai sekarang. Di tengah kasak-kusuk permasalahan tersebut, Menkominfo Budi Arie Setiadi muncul berikan suara.
"Nah artis-artis, sekaligus jawab pertanyaan tadi nih, selebgram apa, itu udah dipanggilin. Nanti habis itu dioper ke Kominfo untuk jadi jurkam anti-judi online," ujar Budi Arie Setiadi dikutip dari @Detik.com pada Senin (5/8).
"Kalau bisa dibina saja, sebagai duta anti judi online," sambungnya lagi. Budi juga menurutkan bahwa usulannya tersebut mengacu pada penryataan Wulan yang tak tahu saat mempromosikan judi online. "Dia kan sudah bilang di media, bahwa dia tidak tahu."
Usulan Budi Arie yang sontak menjadi heboh tersebut langsung ramai menjadi perbincangan. Banyak dari netter di Twiiter yang lemparkan kritikan pedas seraya bandingkan dengan rakyat biasa yang diduga bakal dapatkan perlakuan tak semanis Wulan.
"Emang negeri wakanda aneh, artis salah bukannya dipenjara malah jadi duta 😀" komen seorang netter. "Mendingan lanjutin nyanyi aja bud. Inginku melukis senja," sindir yang lain. "Hadeh duta ini duta itu kagak jelas Udeh paling bener Duta SO7," celetuk lainnya.
"Halah... orang melanggar hukum malah mau dikasih enak.." tambah yang lain. "Pelaku pelanggaran di jadikan panutan.. Heran saya, seharusnya ditangkap penjarakan," seloroh lainnya. "Publik Figur mah enak, kalo buat kesalahan di jadiin Duta..ngga perlu jadi duta²an..mending berantas tuh Judi Online Ampe ke biangnya," imbuh netter yang lain lagi.
(wk/devi)