Aliran Dana Hitam Helena Lim Crazy Rich PIK Dikuliti Sekretaris Indonesia Audit Watch
YouTube/BW.
Selebriti

Pakar keuangan dan kasus korupsi, Iskandar Sitorus tepatnya Sekretaris Indonesia Audit Watch (IAW) ikut memaparkan hal mengejutkan terkait dana hitam milik Helena Lim Crazy Rich PIK yang belakangan terseret kasus dugaan korupsi timah ilegal.

WowKeren - Crazy Rich PIK, Helena Lim tengah terseret kasus dugaan kasus korupsi tambang ilegal. Terseretnya Helena dalam kasus ini membuat kediaman mewahnya digeledah oleh penyidik. Kini, sekretaris Indonesia Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus mengungkap hal mengejutkan soal kekayaan dan aliran dana hitam yang diterima oleh Helena.

Iskandar seolah membenarkan bahwa Helena memang terlibat dalam kasus dugaan korupsi ini. Iskandar menyebut status Helena dalam kasus ini sangat rendah dan hina. Bahkan ia tak segan menyebut Helena layaknya “Keset Kaki”. Iskandar menyebut Kejaksaan Agung menggunakan Helena sebagai alat untuk mencari jejak-jejak tersembunyi dalam kasus korupsi ini.

”Kalau kita perhatikan upaya penyidik dari Kejaksaan Agung itu langkah cerdas. Langkah cerdasnya begini, dia harus lumpuhkan, harus kumpulkan data dari orang-orang lemah. Helena Lim ini lemah kalau dikategorikan dalam dugaan Korupsi di pertambangan timah ini, Helena Lim itu paling rendah, itu kayak keset kaki. Dia sangat hina dalam konteks persoalan ini. Dia bukan orang yang bisa menentukan sejauh mana korupsi ini, tetapi di dirinya akan ditemui IP atau jejak-jejak kejahatan eksploitasi tambang timah ini,” kata Iskandar Sitorus kepada CumiCumi.com.

Lebih lanjut, Iskandar menyebut sebutan Crazy Rich PIK dipakai hanya untuk menutupi keburukan Helena. Ia juga menjelaskan definisi Crazy Rich yang sesungguhnya. Sedang, ia tak menganggap Helena sebagai Crazy Rich lantaran menyebut harta yang dimiliki berasal dari uang setan atau uang hitam.


”Kalau kita mau jujur, Helena ini penyebutan Crazy Rich ini sebenarnya bubble untuk hal-hal yang buruk. Dia ingin menutupi dirinya, dia sebenarnya buruk dan terbukti Kejaksaan Agung menyebut dia tersangka, aliran uang-uang kejahatan itu ikut kepada dia, itu sudah disebut oleh Kejaksaan Agung. Helena Lim ini bukan penentu, jauh masih banyak yang di atasnya lebih rakus dari Helena Lim itu masih banyak,” terang Iskandar. “Helena Lim ini orang yang memang enjoy saja disebut Crazy Rich, kalau sesungguhnya yang Crazy Rich itu terukur dengan mekanisme, dengan sistem, dengan pajak atau kontribusi, pajak yang dia bayarkan kepada negara, baru kita berani sebut itu Crazy Rich. Ini tidak, kita nggak ngerti dari mana uangnya, kita nggak tahu berapa bayar pajaknya, tiba-tiba disebut Crazy Rich Pantai Indah Kapuk lagi kan, kesannya seperti wah, faktanya uang setan juga, uang hitam juga.”

Iskandar mendukung agar Kejaksaan Agung lebih serius dan detail dalam menangani kasus dugaan korupsi yang menyeret Helena Lim. Iskandar juga tak segan menyebut Helena sebagai pelaku pencucian uang lantaran Kejaksaan Agung telah berani mengeluarkan putusan untuk menyita harta Rp10 miliar dan 2 juta USD Singapore dari kediaman sang Crazy Rich.

”Karena Helena adalah pelaku pencucian uang, buktinya di rumahnya ditemukan uang cash 10 miliar dan 2 juta dolar Singapore, itu kan tukang cuci, itu sudah dinyatakan Kejaksaan Agung, kita nggak usah malu-malu lagi. Kita malah harus mendoakan, mendorong dam mendukung Kejaksaan Agung untuk lebih ulet dan lebih giat lagi,” terang Iskandar. “Jangan-jangan ada hubungan-hubungan lain yang terjadi pada Helena. Tentu ada sesuatu yang dia simpan dan itu kami yakini ketika Kejaksaan memfokuskan diri untuk menggeledah kediamannya dia, dan tempat atau kantor perusahaan dia.”

Kendati begitu, keterlibatan Helena dengan kasus ini belum bisa dipastikan. Pasalnya, Helena sendiri belum bersuara soal kasus dugaan korupsi yang menyeretnya. Menurut informasi yang beredar, Helena kini tengah berada di luar negeri.

(wk/Sisi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait