BPM memberikan tanggapan tegas terkait postingan San E yang seolah berusaha mencemarkan nama MC Mong. Perselisihan ini ada hubungannya dengan transisi penyanyi BE'O dari agensi San E ke BPM.
- Marina Larasati
- Rabu, 15 Mei 2024 - 13:48 WIB
WowKeren - Sejak Selasa (14/5) kemarin, publik dihebohkan dengan perseteruan antara rapper San E dengan direktur eksekutif Big Planet Made (BPM) Entertainment, MC Mong. Perselisihan ini terkait masalah royalti yang belum dibayarkan yang melibatkan penyanyi Be'O. Di mana Be'O adalah mantan artis dari FameUs Entertainment, agensi milik San E.
Melalui Instagram pribadinya, San E memposting tangkapan layar pesan langsung (DM) yang dikirim oleh MC Mong di masa lalu. Berdasarkan tangkapan layar tersebut, MC Mong tampak mengkritik San E.
"Kamu melanggar batas dengan Be'O. Aku akan menuntutmu dari Komisi Perdagangan yang Adil ke Layanan Pajak Nasional," ungkap MC Mong dalam pesan DM. Ia juga menyebutkan bahwa San E bersekongkol dengan orang lain untuk mengancam Be'O menggunakan rekaman pesan suara.
Lewat unggahan itu, San E mengklaim, "Setelah tiga tahun berinvestasi, penandatanganan ulang yang sukses, dan kondisi yang membaik, ibu Be'O menuntut penghentian kontrak, pelanggaran jadwal, dan menolak menghubungi agensi lain."
Sebagai tanggapan, BPM menyatakan, "Meskipun San E menghindari menyebutkan royalti yang belum dibayar, dia melanjutkan serangan pribadi terhadap Be'O dan MC Mong. Setelah mendapat keuntungan besar dari pengalihan hak terkait Be'O, San E justru menunda kewajibannya untuk membagi keuntungan dari kontrak eksklusif dengan Be'O."
Agensi BPM menambahi, "Kami dengan tegas bermaksud untuk mengatasi upaya San E yang ingin menutupi masalah hukum mengenai royalti yang belum dibayar melalui pengungkapan yang tidak beralasan, setelah mengantongi 209 juta won."
Mulanya BPM mengaku tidak ingin gegabah dalam menanggapi postingan San E. Namun, mereka merasa harus membuat klarifikasi lantaran serangan pribadi tidak berdasar yang diungkapkan oleh San E.
BPM menunjukkan bahwa San E telah meminta persetujuan untuk perilisan rekaman panggilan telepon yang belum diedit yang melibatkan dirinya, BE'O, dan MC Mong. Mereka mempertanyakan relevansi rekaman ini dengan pendapatan yang tidak dikumpulkan dari musik yang diproduksi oleh artis-artis junior dan menyatakan kebingungan mengenai masalah tersebut.
Lebih lanjut, mereka mengungkapkan bahwa seorang eksekutif manajemen di FameUs Entertainment, yang disebut sebagai Tuan A, telah diam-diam merekam dan memanipulasi diskusi pertemuan terkait gugatan San E atas pendapatan yang tidak terkumpul. Tuan A kemudian diduga menggunakan konten yang dimanipulasi ini sebagai alat ancaman dengan menyebarkannya ke media, yang mengarah ke tindakan hukum dan perintah pengadilan terhadapnya karena pemaksaan.
Di akhir pernyataannya, BPM mengaku tak segan untuk mengambil tindakan hukum terhadap San E dan menekankan sikap tidak menoleransi apa pun klaim yang tidak berdasar dan paksaan yang ditujukan kepada artis mereka. Padahal sebelumnya, BE'O berbicara sendiri melalui siaran live betapa ia diperlakukan buruk oleh agensi lamanya, dan malah kasihan pada BPM yang kini menaunginya.
(wk/lara)