Tersangka Penembakan di Rumah Rihanna Ajukan Pembelaan Tidak Bersalah
Instagram/Rihanna/Instagram
Selebriti

Seorang perempuan yang menembaki rumah Rihanna mengajukan pleidoi tidak bersalah di pengadilan.

WowKeren - Seorang perempuan bernama Ivanna Lisette Ortiz, yang dituduh menembaki rumah penyanyi ternama Rihanna di Beverly Hills, mengajukan pembelaan tidak bersalah di Pengadilan Tinggi Los Angeles. Pleidoi ini diajukan pada Rabu, 25 Maret 2026, di Clara Shortridge Foltz Criminal Justice Center. Ortiz kini menghadapi berbagai dakwaan serius, termasuk percobaan pembunuhan.

Pembela umum Derek Ray Dillman sebelumnya telah mengajukan pembelaan serupa pada 11 Maret, namun permohonan tersebut ditarik kembali untuk menunda jadwal persidangan. Menurut dokumen pengadilan, Ortiz didakwa dengan satu tuduhan percobaan pembunuhan, sepuluh tuduhan penyerangan dengan senjata api semi-otomatis, serta tiga tuduhan menembaki tempat tinggal yang dihuni.

Dalam laporan terbaru dari The Hollywood Reporter, Ortiz saat ini ditahan dengan jaminan sebesar US$1,8 juta dan bisa menghadapi hukuman penjara seumur hidup. Pembela umum Dillman juga sempat meminta agar jaminan Ortiz dikurangi menjadi US$70 ribu berdasarkan kemampuan finansialnya, tetapi permohonan tersebut ditolak oleh Hakim Theresa McGonigle.


Kantor Jaksa Wilayah Los Angeles mengungkapkan bahwa insiden penembakan terjadi pada sore hari Minggu, 8 Maret. Ortiz diduga mengendarai mobil Tesla putih menuju blok 9500 Heather Road dan melepaskan beberapa tembakan dari senjata semi-otomatis ke arah properti Rihanna. Pihak jaksa menegaskan bahwa pada saat kejadian, terdapat orang di dalam rumah Rihanna serta di rumah tetangga yang berdekatan, termasuk Rihanna, pasangannya A$AP Rocky, dan ketiga anak mereka. Beruntung, tidak ada korban luka yang dilaporkan akibat insiden ini.

Setelah kejadian, Ortiz melarikan diri dari lokasi tetapi akhirnya ditangkap oleh petugas di kawasan Sherman Oaks. Di dalam mobilnya, polisi menemukan senjata api tipe AR-15 beserta amunisi tambahan. Jaksa Wilayah Los Angeles, Nathan J. Hochman, memberikan pernyataan tegas mengenai bahaya penggunaan senjata api di kawasan pemukiman. “Menembakkan senjata di lingkungan padat penduduk sangat berbahaya dan mempertaruhkan nyawa,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa kekerasan yang ceroboh seperti ini tidak akan ditoleransi dan akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Ortiz sebelumnya dikenal sebagai seorang ahli patologi wicara berlisensi selama lebih dari sepuluh tahun. Atas permintaan Jaksa Agung negara bagian, hakim telah menyetujui larangan bagi Ortiz untuk menjalankan praktik profesinya di wilayah California, menyusul tuduhan serius yang dihadapinya.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait