Meisya Siregar mengungkapkan bahwa putranya didiagnosis penyakit autoimun ITP.
- Senin, 13 April 2026 - 15:05 WIB
WowKeren - Aktris Meisya Siregar baru-baru ini mengungkapkan kabar mengejutkan mengenai putra bungsunya, Muhammad Bambang Arr Ray Bach, yang didiagnosis mengidap Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP), sebuah penyakit autoimun yang mengganggu produksi trombosit dalam tubuh.
Meisya menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan hal baru bagi keluarganya, karena Bambang dikenal sebagai anak yang aktif dan jarang mengalami sakit serius. "Ini adalah pengalaman baru bagi kami, karena Bambang tumbuh sehat hingga saat ini," ungkapnya.
Peristiwa ini bermula ketika Bambang mengalami gejala batuk dan pilek. Setelah menjalani pemeriksaan, ia dinyatakan mengidap sinusitis kronis yang dipicu faktor genetik. Namun, setelah pengobatan sinusitis, muncul gejala fisik yang mengkhawatirkan.
"Bambang bermain bola dan tiba-tiba ditemukan memar di lututnya. Hari kedua, memar itu semakin banyak di seluruh tubuhnya. Tanpa demam, tanpa perubahan perilaku, tanpa sakit," jelas Meisya dalam unggahan di akun Instagram-nya.
Setelah pemeriksaan laboratorium, ia dan suaminya, Bebi Romeo, terkejut mengetahui bahwa kadar trombosit Bambang hanya 3.000, jauh di bawah kadar normal yang berkisar antara 150.000 hingga 400.000. Kondisi ini mengharuskan Bambang segera menjalani perawatan intensif dengan terapi IVIG untuk memulihkan jumlah trombositnya.
"Dengan trombosit 3.000, tidak ada pilihan lain selain terapi IVIG selama tiga hari. Satu hari tiga botol dan selama tiga hari total sembilan botol," tambah Meisya.
Selama menjalani terapi, Bambang harus menghadapi risiko efek samping medis seperti mual, pusing, dan sesak napas. Namun, Meisya merasa bersyukur karena putranya berhasil melewati proses tersebut dengan baik.
Kebahagiaan keluarga Meisya memuncak ketika hasil tes darah terakhir menunjukkan peningkatan trombosit yang signifikan setelah empat hari perawatan. "Empat hari yang lalu, trombositnya hanya 3.000. Sekarang, bismillahirrahmanirrahim, kita buka hasilnya... 182.000!" seru Meisya saat melihat hasil laboratorium.
Meisya Siregar menganggap pengalaman ini sebagai pelajaran berharga untuk lebih waspada terhadap kesehatan anak-anaknya. Ia menyatakan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Meski Bambang sudah diperbolehkan pulang, ia tetap harus menjalani pengobatan lanjutan untuk memastikan kestabilan kadar trombositnya. "Doakan semoga ini hanya sementara dan tidak membawa dampak jangka panjang bagi Bambang. Masih ada pengobatan lanjutan sampai nilai trombositnya stabil," pungkas Meisya.
(wk/timw)