Tak hanya soal mental, beberapa hal berikut juga harus anda perhatikan sebelum memutuskan untuk menikah muda.
- Tim WowKeren
- Jumat, 12 Agustus 2016 - 14:21 WIB
WowKeren - Ketika dua orang sudah saling klik satu sama lain, tak jarang mereka memutuskan untuk segera menikah. Keputusan menikah tentu tak memandang usia. Misalnya saja kisah Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie hingga anak ustaz Arifin Ilham, Muhammad Alvin Faiz dan mualaf cantik, Larissa Chou, yang memutuskan untuk menikah muda.
Namun pernikahan bukanlah hal yang mudah. Pernikahan tidak hanya masalah siap dan niat. Berikut adalah hal-hal yang harus anda perhatikan ketika berniat menikah muda:
- Menerima Masa Lalu Pasangan Setiap orang pasti memiliki masa lalu, entah indah maupun buruk. Sebagai orang dewasa, hal itu seharusnya dapat dimaklumi dan menjadi pengalaman. Sebab, masa lalu juga yang membuat pribadi pasangan anda. Jika masih cemburu dengan mantan dan mengungkit masa lalu, berpikir ulang sebelum melangkah ke jenjang pelaminan.
- Waktu yang Harus Dibagi Setelah menikah, anda mesti bisa memilah waktu untuk sahabat, kantor, istri dan keluarga. Anda juga tidak bisa memiliki waktu untuk sendirian. Biasanya sepulang kantor masih bisa ke mall untuk berkumpul bersama teman. Kebiasaan itu berubah. Anda harus segera pulang karena urusan rumah telah menanti.
- Menerima Keluarga Pasangan Menikah bukan hanya perkara memiliki pasangan yang sah. Menikah juga menggabungkan dua keluarga. Bisa saja latar belakang keluarga sangat mempengaruhi hubungan anda dan pasangan.
- Menerima Kebiasaan Buruk Pasangan Saat pacaran, anda mungkin tidak tahu kebiasaan buruk pasangan. Namun, setelah menikah, hal ini pastinya akan semakin terbuka. Misalnya, pasangan yang tidak mau membereskan tempat tidur dan mengorok. Ketika serumah, hal itu mesti dipahami dan anda harus berlapang dada dengan segala kelakuan buruknya.

Menikah bukan lagi momok. Kalau sudah siap, anda dan pasangan segera melangkah ke jenjang selanjutnya. Namun perhatikan hal berikut ini:
- Berbagi Tugas Konsekuensi menjadi suami istri adalah tinggal bersama. Tidak hanya itu, kebutuhan bersama harus dilengkapi oleh anda dan pasangan. Istri mengurus rumah dan suami mencari nafkah. Sudah siapkah anda?
- Berkurangnya Momen Bersama Sahabat dan Orang Tua Menikah membuat kehidupan anda hanya fokus pada pasangan. Apalagi untuk pasangan muda yang baru saja membangun bahtera keluarga. Sehingga waktu berkumpul bersama sahabat dan orang tua menjadi berkurang. Belum lagi jika anda dan pasangan tinggal berpisah dari keluarga, mengunjungi mereka akan semakin susah.
- Kebutuhan yang Semakin Banyak Ketika masih single, anggaran keuangan hanya untuk anda seorang. Akan menjadi berbeda saat anda menikah nantinya. Sebab, anggaran keuangan direncanakan untuk dua orang dengan kebutuhan yang berbeda. Anda harus memiliki prioritas tersendiri agar kebutuhan tetap bisa terpenuhi.
- Masalah Diluar Ekspektasi Membangun bahtera keluarga pun harus dibina dengan komitmen dan kepercayaan. Masalah akan datang silih berganti. Ibarat kapal, sudahkah anda dan pasangan bersiap mengalami guncangan dan hantaman ombak?

Bila pelaminan tinggal selangkah lagi, restu orang tua sudah didapat dan kalian siap menghadapinya, berikut hal-hal yang harus diperhatikan ketika sudah menikah:
- Kontrol Emosi Mengarungi lautan rumah tangga memang membutuhkan bahtera yang kuat dengan penampang sabar yang lebih lebar. Dua insan yang berbeda dan baru disatukan dalam cinta memang tidak lepas dari ujian pembuka. Emosi yang labil menjadi konsekuensi di pernikahan muda. Keduanya membutuhkan sabar yang lapang dan memahami satu sama lain.
- Tantangan Berat yang Harus Dihadapi Selalu ada tantangan dan masalah di sebuah pernikahan. Jika berhasil di level satu, maka level kehidupan akan meningkat. Pertinggi kesabaran dengan didasari komunikasi dan sikap yang terbuka.
- Saling Diskusi Menikah seharusnya menghilangkan keegoan yangs elama ini ada dalam diri. Harus ada kompromi sejak melangkah membangun rumah tangga. Belajar dari hal-hal kecil yang meningkatkan bahwa anda tidak lagi sendiri. Ada seseorang yang menjadi tanggung jawab anda dunia akhirat. Jika anda dalam sebuah masalah, jalan keluarnya bukan lagi demi kebaikanku atau kebaikanmu. Ini demi kebaikan kita.
- Harus Siap Menjadi Orang Tua Bila waktunya tiba, anda dan pasangan harus siap menjadi pasangan. Ada tanggung jawab yang harus dipikul selamanya. Setelah Tuhan memercayakan seorang anak, dia adalah prioritas kalian yang pertama. Kebutuhan anak di atas kepentingan kalian berdua.
- Menikah Bukan Solusi Penyelesaian Masalah Jika menurutmu menikah adalah sumber penyelesaian masalah, anda salah besar. Sebab, hal itu membuat anda tidak siap menghadapi masalah yang menghadang. Masalah tidak akan selesai hanya dengan menikah. Segala masalah hidup anda tidak pernah terselesaikan tanpa anda sendiri yang menyelesaikan.