Apakah anda termasuk sebagai kekasih yang egois?
- Tim WowKeren
- Rabu, 24 Agustus 2016 - 13:27 WIB
WowKeren - Menyadari sisi egois diri sendiri bukan hal yang mudah. Hanya orang lain yang dapat menilai kepribadian seseorang. Dalam hubungan asmara, tidak ada ukuran yang pasti seseorang dinilai egois atau penyabar.
Setiap hubungan membutuhkan keseimbangan rasa agar dapat berjalan dengan sehat. Dia mungkin memaklumi dan mengalah dalam setiap konflik bersama anda. Namun bila tiba-tiba dia tidak meneruskan hubungan, pedih rasanya. Nah untuk itu pahami seberapa egois anda dalam berhubungan:
- Antusias Hanya Untuk Aktivitas Sendiri Hanya semangat melakukan kegiatan yang anda senangi. Jika kegiatan tersebut adalah hobi pasangan, anda akan cepat bosan dan berusaha untuk menghindar.
- Dia Sering Mengalah Pasangan anda lebih sering mengalah. Saat ada diskusi tentang tempat kencan atau kegiatan bersama, dia mendahulukan keinginanmu. Anda biasanya mendapatkan apa yang diinginkan tanpa memandang perasaan pasangan.
- Tidak Mengindahkan Permintaan Dia Pasangan sering meminta anda melakukan sesuatu dengan berulang-ulang. Saat pasangan mengulang-ulang permintaan memang terdengar mengganggu. Tapi dia terpaksa mengatakan hal yang sama karena anda tidak mendengarkan permintaannya.
- Anda Merasa Terlalu Berharga Anda merasa bahwa apa yang dilakukan dalam hidup lebih berarti dan berharga. Bisa saja anda memiliki pekerjaan dan penghasilan yang lebih baik dari pasangan. Namun bukan berarti anda memiliki kontrol yang lebih besar dalam hubungan. Jika merasa bahwa pendapatmu lebih penting dari pendapat dia, anda bersikap sombong dan egois.
- Hanya Kasihan Pada Dia Anda menganggap dia sebagai seseorang yang penuh kekurangan dan memerlukan pertolongan. Anda merasa dia bukan orang yang sempurna dan menunggunya berubah sesuai dengan harapan. Setiap orang memiliki kekurangan termasuk anda sendiri.
- Memutuskan Semua Pilihan Anda melakukan segala sesuatu dengan caramu. Misalnya anda selalu memilih restoran favorit. Kadang anda melakukan hal-hal yang disukai meski dia mengajak untuk melakukan hal lain. Jika pasangan membujuk, anda akan cemberut dan diam.
- Ego yang Besar Anda memiliki ego yang besar. Hal itu dapat dilihat dari cara anda argumen. Anda berpikir bahwa memenangkan argumen adalah hal yang lebih penting daripada perasaan dia. Orang yang egois tidak suka saat mereka kalah dalam perdebatan. Bukan hanya saat sedang berdebat dengan kekasih tapi juga dengan orang-orang lain.
- Tidak Percaya Pasangan Anda tidak mudah percaya kepada pasangan. Anda memang mencintainya tapi selalu ragu untuk memberikan kepercayaan sepenuhnya. Anda merasa lebih pantas untuk bahagia dan selalu mementingkan kepentingan diri sendiri.
- Anda Terlalu Egois Anda selalu sangat egois. Anda pernah mencoba untuk mengedepankan kebutuhannya dan menunjukkan rasa sayang kepada mereka. Namun selalu gagal karena anda mementingkan kebutuhan diri sendiri.
- Rasa Bersaing dengan Dia Anda bersikap kompetitif dengan pasangan. Kompetitif bukanlah hal yang negatif selama berada di batas yang normal. Namun akan berbeda bila anda pernah mengorbankan perasaannya untuk membuatmu terlihat baik di depan orang lain. Jika sering, itu adalah salah satu ciri sifat yang egois.
- Anda Tidak Pernah Minta Maaf Anda merasa sangat berat setiap ingin mengucapkan permintaan maaf pada pasangan. Biasanya untuk hal-hal kecil, anda tidak kesulitan. Namun anda berat meminta maaf saat melakukan kesalahan yang lebih serius. Di sisi lain, anda akan sangat marah jika pasangan tidak meminta maaf saat dia yang berbuat kesalahan.
- Sering Marah dengan Diam Anda sering melakukan manipulasi secara emosional. Biasanya anda mudah mendiamkan pasangan saat dia tidak memberikan apa yang diinginkan. Pasangan bisa saja mengalah tapi dia akan tetap menyimpan perasaan kesal. Bila terus terjadi dan menumpuk, hal itu akan membuat hubungan tidak sehat.