Agar Betah di Tempat Kerja, Begini Cara Menegur Halus Senior
SerbaSerbi

Inilah kiat-kiat memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja yang telah senior di kantor.

WowKeren - Setiap orang memiliki karakteristik masing-masing dalam bekerja di kantor. Ada yang bisa diajak bekerja sama namun nggak sedikit pula yang nggak. Ketika berada dalam satu wadah dan bekerja sama, ada saja hal yang terjadi. Selayaknya bekerja dalam tim, plus minusnya merupakan proses agar bisa berkembang bersama.

Bila suatu ketika seseorang melakukan hal yang nggak benar, kamu dan teman satu tim wajib menegur. Namun terkadang karena seseorang itu adalah senior, kamu merasa sungkan. Hubungan pun menjadi kaku. Untuk menangani persoalan itu, berikut cara halus menegur rekan kerja yang telah senior di kantor:

Ketahui dengan Benar Kesalahannya

Perhatikan dengan baik apa yang dilakukan rekan kerjamu. Jangan sampai asal datang dan bilang kalau yang dilakukan salah. Amati apakah beliau benar-benar melakukan kesalahan. Lakukan tinjauan lebih dari 3 kali agar datamu valid.

Jika benar beliau melakukan kesalahan maka hampiri dengan mengucapkan minta maaf terlebih dulu. Setelah itu panggil dengan sebutan bapak/ibu sesuai jenis kelaminnya. Jelas secara terperinci apa yang telah dia lakukan. Jika ada bukti, tambahkan agar kamu nggak terkesan menghakimi.

Tentukan Kata-Kata Terbaik Ketika Menegur

Sebelum menghampiri, lebih baik atur dulu setiap kata yang akan kamu ucapkan ketika menegur. Jangan menggunakan bahasa yang biasa kamu gunakan ketika menegur teman sebayamu. Atur dengan baik ucapanmu sehingga enak untuk didengar dan nyaman untuk dimengerti.

Nggak semua orang mampu mencerna kritikan dari orang lain. Apalagi bila yang memberikannya adalah junior di kantor. Karena itu, gunakan bahasa yang mudah dan menyenangkan. Apalagi kalau seniormu itu belum kamu kenal.

Atur Bahasa Tubuh

Jika kamu sudah menghampiri rekan kerja senior maka atur bahasa tubuhmu sebagaimana baiknya ketika bertemu dengan orang yang lebih tua. Jangan sampai terkesan menggurui, tegur dengan cara yang baik. Sedikit merunduk adalah pilihan terbaik untuk menegur dirinya.

Karena beritikad baik, gestur tubuh seseorang biasanya telah tercermin ketika mendekati rekan kerja lainnya. Orang yang gegabah ketika akan menegur terlihat grusa-grusu dan kurang persiapan. Sedang orang yang tahu apa yang akan dilakukan terlihat ramah dan pembawaan baik.

Tambahkan Senyuman yang Tulus

Jangan lupakan senyuman ketika kamu menegur. Walau senyum sedikit tapi itu cukup berarti bahwa kamu nggak sedang merencanakan untuk memarahi atau menegur dengan keras. Senyuman juga akan memberikan efek menyenangkan ketika kamu menegur.


Coba bandingkan ketika kamu ditegur dengan senyuman dan mata yang melotot, pasti akan lebih berkesan teguran dengan senyuman. Nah itu yang harus kamu lakukan dan jangan sampai seniormu malah memarahi kamu balik karena kamu nggak sopan untuk menegur.

Cari Tempat dan Momen yang Tepat

Ingat, jangan terlalu jauh ketika menegur dan juga jangan terlalu dekat untuk mengucapkannya. Bila terlalu jauh sama saja kamu ingin mempermalukan seniormu di sekitar orang lain. Jadi gunakan perkiraan yang baik ketika akan menegur. Dekati sedekat kamu ketika berbicara dengan orang tuamu karena nggak mungkin juga kamu berbicara dengan orang tuamu memakai suara keras.

Lihat sekitar dan pahami situasi kantor. Apakah sedang genting dengan pekerjaan yang menumpuk atau malah sebaliknya? Sebaiknya pilih waktu yang lengah ketika kamu dan seniormu berada di waktu yang enak untuk ngobrol. Tekanan pekerjaan biasanya bisa membuat kamu dan seniormu lebih emosi.

Ucapkan Teguran dengan Suara yang Baik

Bisa jadi kamu belum pernah menegur orang yang lebih tua sehingga belum tahu nada yang baik untuk menegur senior. Nah untuk itu ucapkan kalimat teguran dengan nada yang sekiranya bisa didengar. Ucapkan dengan jelas dan lugas serta nggak bertele-tele.

Jangan bayangkan menegur sesusah ngobrol dengan presiden. Namun juga nggak segampang bicara dengan anak kecil. Persiapan yang matang akan membuat suara yang keluar terdengar jelas dan nggak terbata-bata. Bila kurang persiapan, kamu akan terkesan menyepelekan seniormu.

Gunakan Pihak Ketiga

Ketika benar-benar sulit untuk menegur seniormu, nggak perlu ragu untuk melibatkan pihak ketiga dalam kejadian ini. Minta bantuan pada orang yang kamu kenal yang sekiranya berumur sama untuk menegur dia. Dengan begitu senior akan lebih mudah menerima ketika yang dilihat adalah orang yang kiranya seumuran.

Untuk lebih ampuh lagi, gunakan orang yang telah mengenal seniormu untuk menegur. Rekan kerjamu itu akan langsung menerimanya tanpa berpikir panjang. Kamu pun aman dari tugas tegur menegur.

Proses bekerja nggak hanya bekerja dengan orang seumuran saja. Sebagai junior, kamu akan bertemu dengan senior yang lebih dulu bekerja di kantormu. Namun bukan berarti kamu diam saja ketika ada hal yang keliru.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait