Buat yang lagi jadi korban patah hati, inilah jawaban kenapa rasa sakitnya dalem banget tapi nggak berdarah.
- Tim WowKeren
- Rabu, 12 Juli 2017 - 19:46 WIB
WowKeren - Hampir setiap orang mungkin akan atau pernah merasakan patah hati. Mulai dari patah hati karena putus dengan pacar, ditolak gebetan hingga keadaan yang membuat perasaanmu terluka. Bawaannya jadi pengen nagis dan meluapkan emosi gitu deh.
Tapi kamu pasti nggak menyadari saat patah hati sebenarnya yang sakit bukan hanya perasaanmu saja lho. Banyak masalah yang akan muncul di tubuhmu saat merasa tersakiti. Ibaratnya sakit tapi nggak berdarah, inilah kondisi yang sebenarnya terjadi pada tubuhmu.
1. Tubuh Benar-Benar Sakit
Dilansir dari Bustle, saat sakit sakit hati ternyata hormon kortisol dalam tubuh kita akan meningkat. Hormon pemicu stres itulah yang sangat mempengaruhi tubuh saat kita dalam keadaan emosional. Nggak terkecuali rasa sakit yang teramat dalam.
Makanya kalian akan merasakan sesak di dada dan kepala yang pusing. Hal itu bukanlah perasaanmu saja, tapi memang benar-benar terjadi. Bahkan rasa sakit itu juga bisa menjadi insting tubuh untuk mempercepat dan memperlambat detak jantung.
2. Rasa Ingin Menarik Diri
Hasil studi dari Universitas Stony Brook menunjukkan bahwa rasa sakit fisik yang dirasakan saat patah hati itu nyata. Rasanya bahkan sama dengan sakit yang dirasakan seorang pecandu yang menjalani rehabilitasi dari obat-obatan terlarang.
Hal ini terjadi karena saat menjalin sebuah hubungan, seseorang jadi ketagihan dengan cintanya. Otak juga jadi terbiasa dengan kehadiran kekasih atau gebetan. Maka saat putus atau berpisah, otak dan tubuh perlu membiasakan diri dengan berusaha menjauh.
3. Sulit Tidur
Bukan karena katanya-katanya, tapi fakta memang menunjukkan bahwa orang yang patah hati itu jadi susah tidur. Sekalipun tidur, pasti tak akan mendapatkan titik nyenyak karena perasaan yang masih baper sama semua kenangan yang pernah kamu lalui sama dia.
Selain kenangan, kalian pasti akan merasa lebih kesepian, tertekan dan detak jantung yang yang naik turun. Hal itulah yang membuatmu jadi insomnia. Tapi tenang saja, soalnya semua masa sulit ini pasti akan segera berakhir.
4. Perubahan Pola Makan
Selain susah tidur, kamu pasti merasakan perubahan pola makan. Ada yang jadi nggak nafsu makan, ada pula yang semakin ingin melahap semua makanan, Itulah salah satu efek paling dalam dari patah hati. Lagi-lagi hal ini dipengaruhi oleh hormon kortisol.
Saat sakit hati, saraf akan memproses semua hormon kortisol yang ada sehingga sistem pencernaan akan menurun. Kalau nggak ada makanan yang masuk, otomatis kamu akan kekurangan energi dan lemas. Makanya ada yang bilang kalau patah hati perlu banyak energi.
5. Gampang Sakit
Lonjakan hormon kortisol pada tubuh yang mempengaruhi pola makan ini juga bisa melemahkan sistem imun. Makanya saat sakit hati dan menangis semalaman kamu bisa jadi mendadak pilek, demam dan batuk-batuk.
Hal itu bukan bukan karena efek dari menangis, tapi karena memang terserang virus batuk pilek karena imun yang menurun. Ya mungkin itulah yang menyebabkan patah hati semakin menyakitkan. Lagi patah hati eh malah sakit.
Itulah beberapa hal yang bisa terjadi pada tubuhmu saat mengalami sakit hati. Jadi terjawab kan kenapa patah hati itu rasanya benar-benar sakit tapi nggak berdarah. Semoga kalian terhindar dari patah hati ya.
(wk/)