Bukan karena asteroid atau gunung berapi, kepunahan masal ini malah disebabkan oleh perilaku manusia.
- Tim WowKeren
- Selasa, 18 Juli 2017 - 14:53 WIB
WowKeren - Bumi telah mendukung kehidupan selama 3,5 miliar tahun. Tidak selamanya kehidupan di planet ini berjalan mulus. Beberapa bencana alam telah memicu setidaknya lima kepunahan massal dalam jangka waktu 500 juta tahun terakhir.
Tiap-tiap kepunahan itu menghapuskan 50 hingga 90 persen seluruh spesies di planet. Kepunahan massal terakhir kali terjadi sekitar 65 juta tahun lalu ketika sebuah asteroid raksasa mengakhiri era dinosaurus dan membuka pintu baru bagi para mamalia. Kini petaka itu akan kembali terjadi.
Para peneliti mengatakan, sementara kepunahan-kepunahan massal sebelum ini kerap dikaitkan dengan asteroid atau gunung berapi, kepunahan massal kali ini dipercepat oleh perilaku manusia. Berikut ini 6 hal penting yang harus kamu ketahui tentang kehidupan dalam kepunahan massal keenam:
Bukan Peristiwa Biasa
Kepunahan merupakan tahapan alami dalam evolusi. Sekitar 99 persen dari 55 miliar spesies yang pernah hidup di Bumi diperkirakan telah punah. Tapi situasi bisa memburuk saat banyak spesies punah terlalu cepat. Karena menciptakan efek domino yang dapat menghancurkan ekosistem.
Dalam studi terbaru, para peneliti menggunakan tingkat rata-rata kepunahan 2 mamalia per 10 ribu spesies per 100 tahun. Angka ini ditingkatkan 2 kali lipat dibanding studi-studi sebelumnya.
Namun ketika membandingkan tingkat rata-rata tersebut dengan kenyataan di lapangan terungkap bahwa kepunahan spesies vertebrata selama abad terakhir mencapai 114 kali lebih tinggi dari angka rata-rata. Hasil ini semakin menguatkan indikasi bahwa kepunahan masal memang sudah dimulai.
Ruang Tinggal Semakin Langka
Penyebab utama penurunan populasi satwa liar di masa sekarang adalah hilangnya habitat dan fragmentasi. Semua itu termasuk deforestasi untuk pertanian, penebangan, permukiman dan fragmentasi hutan karena jalan raya dan infrastruktur lain.
Selain itu satwa liar juga terancam oleh aktivitas manusia, polusi dan sampah. Seluruh ekosistem saat ini bermigrasi karena perubahan iklim, meninggalkan spesies yang kurang bisa beradaptasi atau berpindah.
Vertebrata Kian Menghilang
Jumlah spesies vertebrata yang telah dinyatakan punah sejak tahun 1500 setidaknya mencapai 338. Angka tersebut belum termasuk kategori kritis lainnya seperti "punah di alam liar" dan "mungkin punah" yang bisa mencapai total 617 spesies. Lebih dari setengah kepunahan tersebut terjadi sejak tahun 1900.
Lebih Parah Dari yang Diduga
Studi terbaru yang dilakukan para ilmuwan sengaja dibuat konservatif sehingga tingkat aktual kepunahan hampir bisa dipastikan lebih ekstrem daripada yang ditunjukkan hasil penelitian.
Studi juga hanya berfokus pada verteebrata yang memang relatif lebih mudah dihitung dan sebagian besar status konservasinya sudah dinilai ketimbang invertebrata. Padahal invertebrata menyusun lebih dari 99 persen keragaman spesies.
Tak Ada Spesies yang Aman
Manusia mungkin merupakan spesies yang paling tidak terancam punah dengan populasi global sekitar 7,2 miliar dan terus bertumbuh. Tapi keberuntungan bisa berubah cepat.
Terlepas dari upaya untuk mempertahankan diri melawan keinginan alam, peradaban manusia tetap tergantung pada ekosistem yang sejat untuk makanan, air dan sumber daya lainnya.
Menyesuaikan diri dengan kepunahan masal akan menjadi tantangan dalam situasi apapun. Tapi menjadi sangat menakutkan dalam konteks perubahan iklim.
Kepunahan Bisa Dihindari
Kepunahan-kepunahan masa sebelumnya mungkin tak dapat dihindari. Namun belum terlambat untuk menghentikan kepunahan ke-6 ini.
Meski para penulis studi mengakui adanya kesulitan untuk menghentikan upaya penghancuran alam seperti defortasi, belum lagi perubahan iklim, mereka menegaskan bahwa menghindari kepunahan ini tetap mungkin dilakukan.
"Menghindari kepunahan masal ini membutuhkan upaya kolektif yang cepat dan sangat intensif untuk melestarikan spesies yang sudah terancam, juga mengurangi tekanan pada populasi mereka terutama hilangnya habitat, eksploitasi hutan terlebih untuk keuntungan ekonomi dan perubahan iklim," tulis peneliti.
Evolusi yang mengakibatkan kepunahan memang tak bisa dihindari namun kamu dan sekitar bisa berbuat lebih agar kepunahan ini nggak datang semakin cepat.
(wk/)