Joanna sangat memperhatikan asupan gizi Baby Zio agar bisa mengejar keterlambatan berkembangnya.
- Dian
- Senin, 07 Mei 2018 - 23:13 WIB
WowKeren - Perjuangan artis cantik Joanna Alexandra masih terus berjalan untuk memperjuangkan kesembuhan putri bungsunya yang diberi nama Ziona Eden Alexandra Panggabean. Baby Zio memang mengidap penyakit langka bernama campomelic dysplasia yang menyerang beberapa organ tubuhnya seperti tulang dan pernapasan. Dari kelainan tersebut, tumbuh kembang Ziona pun terlambat dari bayi pada umumnya.
Meskipun tumbuh kembangnya terlambat, namun Baby Zio justru mengalami peningkatan kesehatan. Hal ini diungkapkan oleh Joanna. Perkembangan yang meningkat itu misalnya saat Ziona sudah tidak menggunakan selang NGT jika hendak makan dan minum. "Dia memang tumbuh kembangnya terlambat, tapi dalam beberapa bulan ini perkembangannya lagi meningkat banget, lagi bagus banget," ungkap Joanna dilansir Grid.ID, Minggu, 6 Mei. "Dia udah copot selang NGT, dia makan dan minum normal seperti baby biasa udah pinter, jadi sekarang yang lagi dikejar adalah gizinya dia supaya makannya tambah pinter, napsu makannya banyak, tambah gendut, sama fisioterapi untuk mengejar keterlambatan," jelasnya lagi.
Baby Zio baru bisa melakukan tengkurep atau angkat kepala di usia 7 bulan. Padahal normalnya kemampuan itu dilakukan bayi berusia 2-3 bulan. Di usianya yang sudah menginjak 11 bulan, kini Joanna rutin melatih Ziona untuk bisa duduk sendiri dan melakukan fisioterapi ke rumah sakit. Usai di rumah sakit, Joanna melakukannya sendiri di rumah.
"Sekarang kita lagi latih dia supaya bisa duduk sendiri," kata Joanna. "Fisioterapi seminggu 3 kali di rumah sakit, tapi hari-hari lainnya juga dikerjain sendiri," lanjutnya.
Meskipun menguras tenaga, materi dan air mata, tapi perjuangan itu tidak pernah dilihat sebagai permasalahan oleh Joanna dan sang suami, Raditya Oloan. Menurut Raditya, dirinya dan Joanna memiliki keyakinan untuk selalu bersyukur dengan perubahan Ziona sekecil apapun. Jika terlalu mengkhawatirkan kondisinya, maka hal itu hanya akan membuat mereka selalu bertengkar.
"Khawatir cuma ngebuat kita berantem, senang-senang ketawa-ketawa, kalau sedih kita jalan-jalan, travelling, bersyukur ngalamin banyak keajaiban," kata Raditya. "Hubungan kami semakin baik dan bahagia karena ada Zio. Kita makin dekat juga sama anak-anak. Buat kami, Zio itu bukan seseorang yang menderita penyakit langka, tapi Zio adalah yang membawa berkat yang langka."
(wk/dian)