Ibu Tasya rupanya sudah sangat ingin melihat putrinya ini segera melepas masa lajang.
- Dian
- Senin, 04 Juni 2018 - 04:37 WIB
WowKeren - Menyandang status sebagai alumni S2 jurusan Administrasi Publik di Columbia University, Amerika Serikat membuat Tasya semakin bersemangat untuk mewujudkan impiannya satu per satu. Keinginannya untuk menjalankan proyeknya tersebut rupanya membuat Tasya belum menginginkan berumah tangga dengan sang kekasih, Randi Wardhana Bachtiar.
Mengenai keinginan para fans agar dirinya segera menikah setelah menyelesaikan studinya, Tasya pun dengan tegas mengatakan dirinya belum siap untuk menikah. Terlebih urusan menikah itu adalah ranah pribadinya dan keluarga. "Kalau masalah menikah, biar aku dan keluarga juga dulu yang omongin," kata Tasya dilansir Detik Hot, Minggu, 3 Juni.
Sementara itu di sisi lain, Tasya mengaku dirinya memang sempat diberi "ultimatum" oleh sang ibunda sebelum berangkat studi ke Amerika tahun 2015. Saat itu ibunya tidak ingin Tasya terlalu betah menjadi wanita lajang dan mengharapkannya segera menikah. Ibunda Tasya memang sangat ingin melihat putrinya segera menikah. Tasya pun mengaku sang ibu sempat memberikan pertanyan menohok padanya. "Emm... terus Mamaku bilang 'kamu jangan kelamaan (S-2-nya). Nanti kapan kawinnya?'," kata Tasya.
Artis kelahiran Jakarta, 22 November 1992 ini memiliki alasan mengapa masih belum ingin menikah. Pasalnya, Tasya ingin fokus mengembangkan yayasan yang didirikannya. Selain itu, dia juga ingin melakukan lebih banyak hal sesuai keahliannya.
"Aku punya yayasan, aku pengin ngembangin ini, yayasan ini. Aku juga punya beberapa proyek, kayak proyek energi aku di Sumba yang pengin aku replika juga di beberapa tempat," jelas Tasya. "Aku juga tertarik dengan politik, aku pengen banyak belajar tentang politik. Mungkin dimulai dari situ sih, dari yayasan aku, dengan kenal orang-orang yang ada di situ," jelasnya.
Ketika hendak menimba ilmu S2 di Amerika pada tahun 2015, Tasya sempat mengutarakan bahwa cita-citanya adalah menjadi seorang menteri. Menurut Tasya, jika menjadi menteri ia tidak ingin menjadi seorang pejabat tinggi negara yang tidak paham bidang yang menjadi tanggung jawabnya.
(wk/dian)