Donald Trump Kunjungi Inggris, Pangeran Charles dan William Enggan Menemui
Getty Images
Selebriti

Menurut juru bicara Istana Kensington, Charles dan William memang tidak seharusnya ambil bagian dalam pertemuan, sesuai dengan peraturan kedua negara.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump diketahui mengunjungi Inggris sejak Jumat (13/7) lalu. Sebagai tamu kehormatan, tentunya Trump pun disambut secara langsung oleh Ratu Elizabeth II. Namun rupanya, tidak semua keluarga Kerajaan Inggris menyambut orang nomor satu di Amerika ini.

Dilansir Independent pada Rabu (18/7), dua penerus tahta Kerajaan Inggris, yakni Pangeran Charles dan Pangeran William kabarnya enggan menemani Sang Ratu guna menemui Trump. Keduanya bahkan menolak untuk menemui Presiden paling kontroversial tersebut.


Tak hanya itu, Kate Middleton kabarnya juga tak tertarik untuk bertemu dengan Trump serta istrinya, Melania, saat mereka berkunjung ke London selama empat hari. Bahkan Charles, William dan Kate tampak tidak hadir saat pasangan tersebut bertandang ke Windsor Castle.

Absennya Charles dan William sendiri dianggap sebuah penghinaan. Ini adalah sebuah hal yang amat tak lazim bagi Sang Ratu menerima kunjungan kenegaraan sendirian. Biasanya, Ratu akan ditemani salah satu penerus tahtanya, apalagi mengingat bahwa Pangeran Phillip telah memasuki masa pensiunnya.

"Pangeran Charles dan Pangeran William tak ada di sana saat Trump datang adalah suatu penghinaan," ungkap seorang sumber.

Suasana ini sangat berbeda kala mantan Presiden AS, Barack Obama dan Michelle berkunjung ke Inggris di tahun 2016 lalu. Bahkan kala itu, Obama dan Michelle diundang makan malam bersama William dan Kate di Istana Kensington.

Namun menurut People, juru bicara Istana Kensington mengatakan bahwa Charles dan William memang tidak seharusnya ambil bagian dalam pertemuan. Bahkan hal tersebut sudah menjadi bagian dari kesepakatan kedua negara.

"Sesuai dengan praktik standar untuk tamu kunjungan pemerintah, Presiden diterima oleh Ratu sebagai Kepala Negara. Peraturan itu disepakati bersama antara Istana dan pemerintah AS," kata juru bicara tersebut. "Tidak pernah ada aturan bahwa anggota keluarga Kerajaan yang lain akan ambil bagian."

You can share this post!

Related Posts
Loading...