Presiden George H.W. Bush Disemayamkan Di Samping Makam Istri dan Putrinya
Getty Images
Dunia

Jenazah George H.W. Bush dimakamkan di Perpustakaan Kepresidenan dan Museum di College Station, Texas.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat yang ke-41, George H.W. Bush meninggal dunia pada Jumat (30/11) waktu setempat. Pria yang lahir di Massachussets ini meninggal dunia dalam usia 94 tahun.

Pada Senin (3/12) lalu, mantan Presiden Amerika Serikat ini mendapatkan penghormatan terakhir. Beberapa anggota keluarga George tampak hadir untuk memberikan penghormatan terakhir mereka di depan peti jenazah sang mantan Presiden.


Pemakaman kenegaraan George H.W. Bush diadakan di National Cathedral di Washington D.C pada Rabu (5/12) pukul 11.00 waktu setempat. Presiden Donald Trump juga menetapkan hari itu sebagai hari berkabung. Trump meminta rakyat memberikan penghormatan dengan mengibarkan bendera setengah tiang selama 30 hari.

Usai melakukan serangkaian prosesi kenegaraan untuk menghormati kematian mendiang George H.W. Bush, kini jenazah mantan Presiden Amerika Serikat tersebut telah dimakamkan di Perpustakaan Kepresidenan dan Museum di College Station, Texas, pada Kamis (6/112) pagi waktu setempat. Terletak di kampus Texas A & M University, Perpustakaan dan Museum Kepresidenan George H.W. Bush menyimpan arsip sang Presiden dan juga menjadi tempat pameran yang didedikasikan untuknya dan mantan ibu negara.

Setelah kebaktian kedua pada Kamis pagi, mantan presiden dimakamkan di makam keluarga di samping makam istrinya, Barbara Bush, yang meninggal pada bulan April pada usia 92 tahun. Jenazah Gaeorge juga sekaligus disemayamkan di samping makam putrinya, Robin Bush, yang meninggal karena leukemia pada tahun 1953 ketika baru berumur tiga tahun.

Cucu perempuan Bush, Jenna Bush Hager, merasa sedikit senang karena fakta bahwa ketiganya akhirnya telah dipersatukan kembali. "Saya memiliki kesempatan untuk berbicara dengan kakek saya tentang akhirat," ungkap wanita berusia 37 tahun tersebut. "Dia (George) menjawab tanpa ragu-ragu, 'Ya, aku memikirkannya (akhirat). Aku dulu takut. Aku dulu takut mati. Aku dulu khawatir tentang kematian. Tetapi sekarang dalam beberapa hal aku menantikannya.'"

Lebih lanjut, Jenna pun bertanya kenapa sang kakek justru berharap segera meninggal. "Dia berkata, 'Baiklah, ketika aku mati, aku akan dipersatukan kembali dengan orang-orang yang membuatku merasa kehilangan.' Dan saya bertanya siapa yang dia harapkan untuk dapat ia lihat kembali. Dia menjawab, 'Aku harap aku melihat Robin, dan kuharap aku melihat ibuku'."

Jenna melanjutkan bahwa sang kakek kembali mengenang sang putri yang kala itu masih terlalu kecil untuk meninggalkannya. "Aku tidak tahu apakah putriku akan tetap terlihat seperti anak berusia 3 tahun, anak yang gemuk, bersemangat ketika kami bertemu lagi, atau apakah dia akan menjadi dewasa," lanjut Jenna mengenang ucapan sang kakek.

Sementara itu, sebelumnya sang putra yakni George W. Bush menyatakan rasa terima kasih selama menyampaikan pidato di pemakaman kenegaraan ayahnya pada Rabu kemarin. "Setiap hari dari 73 tahun perkawinannya, ayah mengajari kami semua apa artinya menjadi seorang suami yang hebat ... Dia mendedikasikan hidunya untuknya (istrinya) sepenuhnya," ujar George W. Bush.

Saat kematian Barbara Bush pada 17 April lalu, George H.W. Bush memang tetap setia duduk di samping peti sang istri selama berjam-jam. Tak hanya itu, mantan Presiden yang lahir pada tahun 1924 tersebut juga kerap kali mengenang mendiang Robin Bush dalam sejumlah kesempatan. Bahkan ia sempat menuliskan surat khusus untuk mendiang sang putri sebagai bentuk rasa kehilangannya.

You can share this post!

Related Posts