Usai Iklan Black Pink, KPI Balik 'Diserang' soal Petisi Pembubaran
Instagram/kpipusat
TV

Seorang pria membuat petisi di situs change.org soal petisi pembubaran KPI karena dinilai kurang tegas.

WowKeren - Tindakan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang mengabulkan soal petisi iklan Black Pink berbuntut panjang. Kini, muncul petisi baru soal bubarkan KPI karena dianggap tidak tegas.

Sebelumnya, KPI mengabulkan petisi "Hentikan Iklan BLACKPINK" yang diadakan oleh wanita bernama Maimon Herawati. Akibatnya, sebanyak 11 stasiun televisi mendapat peringatan keras dari KPI.


Kini KPI justru diserang balik dengan petisi "Bubarkan KPI karena Tidak Bekerja Maksimal dan Kurang Tegas". Petisi itu dibuat oleh Geovani Putra di situs change.org.

Usai Iklan Black Pink, KPI Balik \'Diserang\' soal Petisi Pembubaran

change.org

Petisi tersebut berisi keluhan mengenai sikap KPI yang kurang tegas dan dinilai pilih-pilih. Berikut tulisan petisi yang telah ditanda tangani 2,264 orang sejak berita ini ditulis.

"Atas pemblokiran Iklan Shopee yang menampilkan 'girlband' korea Blackpink oleh KPI. Sangat disayangkan melihat fakta bahwa KPI tidak tegas dan terlihat seperti tebang pilih dalam kasus seperti ini karena masih banyak acara, sinetron, serta program yang tidak pantas di Televisi."

"Kenapa KPI tidak memblokir itu semua? Yang bahkan itu tayang pada jam Anak-anak menonton Televisi. Dan malah memblokir iklan Shopee yang menurut orang normal alasanya tidak jelas, karena iklan tersebut sebenarnya sudah lulus sensor serta layak tayang dan tampak 'lemah' terhadap petisi Ibu Maimon yang dibuat dengan sudut pandang nya sendiri."

"Jika masih tidak bisa tegas terhadap sinetron, program, dll yang tidak pantas di Televisi setelah kejadian seperti ini. Lebih baik KPI dibubarkan karna tidak bekerja Maksimal dan Profesional, karena sudah sangat jelas acara, sinetron, atau program yang tidak pantas hanya mendapat 'teguran tak berarti' dan masih tayang hingga saat ini."

Tidak hanya tanda tangan, para penandatangan petisi tersebut juga menyertai alasan mereka melakukan. Situs change.org sendiri memang menyediakan fitur bagi para penandatangan yang ingin menyertai alasan kenapa menyetujui sebuahh petisi.

"Saya cukup prihatin sama pertelevisian Indonesia. Lebih baik tidak ada TV sekalian, jadi anak-anak bisa lebih dewasa dengan menjelajah internet," tulis akun @Yusuf***. "Sudah tidak paham lagi ke mana arah KPI ini dalam filter sebuah tayangan," tulis akun @Priska***.

"Karena tidak bekerja maksimal, berfikiran kalau hanya umat mayoritas yang punya kreatifitas," timpal akun @joey***. "Faktanya banyak tontonan yang tidak mendidi," imbuh akun @Faisal***.

You can share this post!

Related Posts
Loading...