Wali Kota Risma terus memantau pemulihan Jalan Raya Gubeng dengan datang langsung ke lokasi, Jumat (21/12).
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 22 Desember 2018 - 09:28 WIB
WowKeren - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, terus memantau proses pemulihan Jalan Raya Gubeng yang ambles. Meski sedang mengalami cedera di kedua kakinya, sang Wali Kota tetap memberikan petunjuk dan arahannya dari kursi roda.
Wali Kota Risma kembali tampak di lokasi kejadian pada hari Jumat (21/12) pagi. Beliau memantau proses pengurukan jalan.
Terdapat sebanyak 400 truk pengangkut pasir yang dikerahkan setiap harinya untuk proses pengurukan ini. Beberapa truk berisi bahan material keluar masuk area Jalan Raya Gubeng baik dari sisi utara maupun selatan.
Risma sendiri dengan sigap memberikan instruksi dan arahan langsung agar proses distribusi bahan material lebih efektif. Pasalnya, ia ingin memastika proses pemulihan jalan ini berjalan cepat dan lancar.
Tak hanya itu, Risma juga memantau bagian amblesnya Jalan Gubeng menggunakan kamera drone. Momen Risma mengendalikan kamera drone pun diunggah ke akun Twitter resmi Humas Pemkot Surabaya, @BanggaSurabaya. Dalam unggahan tersebut dijelaskan tujuan penggunaan kamera drone ini adalah untuk melihat lebih dekat rongga bawah Jalan Raya Gubeng.
Selain melihat dari dekat, fungsi drone ini juga untuk melihat rongga bawah Jalan Gubeng.
— Humas Kota Surabaya (@BanggaSurabaya) December 21, 2018
Hal ini dimaksudkan agar pekerjaan pengurukan tanah lebih efisien dan safety pic.twitter.com/AezIC0kQoE
Risma juga didampingi oleh organisasi perangkat daerah terkait. Ia meminta anggota BPBD, Linmas, dan anggota Dishub Surabaya untuk membongkar penghalang besi di jalur pejalan kaki dan tenda pengamanan. Instruksi ini diberikan agar tidak menghambat puluhan truk pasir yang keluar masuk.
"Itu dibongkar (penghalang besi) supaya tidak menghalangi pengguna jalan kaki," perintah Risma. "Itu tenda juga dipindah supaya tidak menghalangi truk yang mau masuk."
Risma sendiri menargetkan proses pemulihan Jalan Raya Gubeng bisa tuntas dalam waktu tujuh hari. Sesuai perhitungan Risma, untuk mencapai target tersebut dibutuhkan sebanyak 1.800 truk pasir atau 200-400 truk per harinya.
(wk/Bert)