Dapat Ancaman Pembunuhan, Gadis Arab Saudi yang Kabur Cari Suaka Tutup Akun Twitter
Dunia

Rahaf Mohammed al-Qunun yang diketahui sebagai putri salah satu Gubernur di Arab tersebut membuat heboh netizen dengan cuitan Twitter miliknya.

WowKeren - Media sosial beberapa waktu lalu dihebohkan dengan seorang gadis asal Arab Saudi yang tengah mencoba mencari suaka ke Australia. Gadis berusia 18 tahun ini menjadi sorotan usai membrikade dirinya agar tak dideportasi di Bandara Bangkok, Thailand.

Rahaf sampai di Bangkok, Thailand pada Sabtu (5/1) kemarin. Saat ada indikasi dirinya akan dideportasi, Rahaf kemudian mengunggah cuitan di akun Twitter miliknya. Ia mengatakan telah berhasil lolos dari Kuwait dan hidupnya berada dalam bahaya jika ia dipaksa kembali ke Arab Saudi.


Dalam beberapa jam pasca cuitannya tersebut, tagar #SaveRahaf berhasil menyebar luas di Twitter. Pihak berwenang di Thailand akhirnya mengizinkannya untuk memasuki negara itu setelah permintaan suakanya di pertimbangkan.

Akan tetapi, pada Jumat (11/1), akun Twitter milik Rahaf, yakni @rahaf84427714 tiba-tiba menjadi offline setelah ia mencuitkan "Kabar buruk dan baik!". Akun tersebut kemudian muncul kembali sekitar satu jam, namun kembali offline dalam beberapa menit.

Seorang pengguna Twitter yang diketahui bernama Nourah, teman Rahaf, mencuitkan bahwa Rahaf menerima ancaman pembunuhan. Oleh karena itu, Rahaf memutuskan untuk menutup akun Twitter miliknya.

Rahaf sebelumnya mengatakan di Twitter bahwa dirinya telah menerima ancaman pembunuhan dari kerabatnya di media sosial. Beruntung, Sophie McNeill, seorang jurnalis Australia seperti dilansir Reuters mengatakan bahwa Rahaf baik-baik saja. "Dia memang mendapatkan banyak ancaman pembunuhan," ujar Sophie.

Dilansir dari BBC, Rahaf merupakan seorang putri dari Gubernur Al-Sulaimi di Arab Saudi bagian utara. Ia menghebohkan dunia maya lantaran membagikan informasi terkininya tentang upaya pelarian dirinya dari keluarga menit demi menit di Twitter. Sempat beredar kabar bahwa Rahaf kabur lantaran mendapatkan kekerasan fisik dan psikologis dari keluarganya.

Kendati demikian, hal itu dibantah oleh sang ayah. Ia menyatakan bahwa Rahaf hanya terkadang merasa diabaikan. Ia juga tak ada niatan untuk memaksa sang putri menikah. "Dia punya 10 anak. Dia bilang, anak perempuannya itu terkadang merasa diabaikan. Tapi dia tidak merinci lebih lanjut," ujar Surachate seperti dilansir Time pada Kamis (10/1).

You can share this post!

Related Posts
Loading...