Roro Fitria Ngamuk Dikira Artis Diduga Terlibat Prostitusi, Beby Shu Curhat Geram Ikut Terseret
Selebriti
Artis Ibukota Terlibat Prostitusi Online

Baik Roro dan Beby menyangkal tegas kalau mereka terlibat dalam kegiatan prostitusi artis yang sedang diselidiki Polda Jatim.

WowKeren - Polisi sempat membocorkan inisial artis RF disebut-sebut menjadi salah satu yang diduga terlibat jaringan prostitusi online. Namun dalam rilis Jumat (11/1), terungkap kalau sosok tersebut bernama Riri Febrianti.

Namun sebelum nama aslinya diungkap ke publik, netizen sempat mengira kalau sosok RF adalah artis Roro Fitria. Sadar namanya jadi gunjingan, Roro yang masih menjalani hukuman atas kasus narkoba marah besar.


Hal ini diungkap pengacara Roro, Asgar H. Sjarfi. Menurut Asgar yang sempat menjenguk Roro di Rutan Pondok Bambu, Jakarta, kliennya itu jengkel karena namanya terseret. Roro dengan tegas menyangkal isu tak sedap itu dan meminta bukti jika memang ia terlibat.

"Iya, dia marah. Dia bilang, tahu kabar itu dari temannya yang menjenguk (ke penjara). Dia tegas mengatakan, berita itu enggak benar," kata Asgar. "Dia bilang mana buktinya ? Munculkan saja kalau memang ada. (Dia) sama sekali enggak kenal sama muncikari itu. Ini berarti pencatutan nama Nyai."

Beby Shu

InstaStory

Bukan cuma Roro, seleb cantik Beby Shu juga marah karena dianggap terlibat dalam bisnis prostitusi. Meski ada kesamaan nama antara Beby dan Baby Shu, namun seleb yang wajahnya mirip artis Korea tersebut menyangkal.

"Ada apa ini??? Kok pada bilang gue ikutan di berita itu?" curhatnya di InstaStory. "Saya tidak takut kalau saya tidak berbuat, dan pastikan BS itu siapa ya."

Sebelumnya, polisi mengungkap nama-nama yakni Riri Febrianti, Baby Shu, Fatya Ginanjarsari, Maulia Lestari, Aldira Cena dan Tiara Permatasari. Nantinya nama-nama itu wajib hadir sebagai saksi dalam kasus dugaan prostitusi online. Jika keberatan, polisi akan melakukan pemanggilan kedua kali. Namun bila tetap tak hadir, polisi siap menjemput paksa.

"Kalau tidak datang lagi, kita upaya paksa untuk membawa. Karena ini untuk memperjelas jaringan dalam kasus prostitusi online yang sedang kami tangani," terang Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan, Jumat (11/1).

You can share this post!

Related Posts
Loading...