Eks Kombatan GAM Ini Akui Manfaatkan Lahan Prabowo di Aceh Atas Nama Pribadi
Nasional

Marzuki AR alias Wen Rimba Raya, membenarkan bahwa ada eks kombatan GAM yang menggunakan lahan milik Prabowo tersebut.

WowKeren - Isu mengenai kepemilikan tanah Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, terus menjadi sorotan. Prabowo membenarkan bahwa ia memiliki ratusan ribu hektare lahan di Aceh dan Kalimantan Timur.

Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno pun mengaku bahwa lahan Prabowo yang ada di Aceh banyak digunakan oleh para aktivis Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Menurut Sandi, lahan tersebut dikelola untuk meningkatkan ekonomi mereka.


Menanggapi hal tersebut, mantan kombatan GAM, Marzuki AR alias Wen Rimba Raya, buka suara. Ia membenarkan bahwa ada eks kombatan GAM yang menggunakan lahan tersebut. Namun, digunakan atas nama pribadi dan bukan organisasi.

"Itu kan kita sebut kan personal. Yang namanya organisasi itu kan kalau di Aceh ini kan organisasi GAM itu kan KPA (Komite Peralihan Aceh)," tutur Marzuki dilansir detikcom, Selasa (19/2). "Jadi banyak kalau personal itu. Keterlibatannya ya banyak."

Menurut Marzuki, tak semua eks kombatan GAM memanfaatkan lahan milik Prabowo. Namun ternyata jumlah eks kombatan GAM yang diperbolehkan mengelola lahan dari PT Tusam Hustani Lestari (THL) milik Prabowo tersebut tidaklah sedikit, termasuk dirinya.

"Intinya, perusahaannya itu memberi kesempatan bagi eks kombatan untuk berusaha," jelas Marzuki. "Contohnya, dulu kan perusahaannya itu kan pemasok KKA (Kertas Kraft Aceh), pascakonflik. Jadi banyak yang orang-orang kita bekerja di situ, menebang pinus untuk memasok itu, kita juga dapat rezeki di situ. Kita juga nanam tumpang sari kita juga diperbolehkan nanam di situ, tapi kita enggak boleh jadiin hak milik karena kita kan tahu itu HGU."

Marzuki membeberkan bahwa izin untuk mengelola lahan tersebut diberikan sejak Aceh damai. Yakni pasca MoU Aceh dengan pemerintah RI pada 2005.

"Setahu saya, setelah pascakonflik itu. Karena sebelum damai kan orang tidak berminat. Setelah damai orang kan cari lapangan usaha," jelas Marzuki. "Damai, MoU kan 2005 pascatsunami. Pascatsunami itu kan ada pergerakan perusahaan untuk pemasok BUMN Kertas Kraft Aceh itu, tapi hanya sebentar, nah pemotongan kayu itu kita juga dilibatkan sebentar."

Sebelumnya, Mantan Panglima GAM wilayah Linge, Fauzan Azima, membantah lahan Prabowo pernah dimanfaatkan oleh organisasi tersebut. Marzuki pun maklum dengan bantahan Fauzan, karena memang tak semua eks kombatan menggunakan lahan tersebut. "(Tapi) saya pernah juga memanfaatkan," tegas Marzuki.

You can share this post!

Related Posts
Loading...