Jokowi Ungkap Alasan Percepat Program Sertifikasi Tanah
Nasional

Hal itu disampaikan oleh Jokowi saat membagikan 5.000 sertifikat tanah untuk masyarakat Tangerang dan sekitarnya.

WowKeren - Sengketa tanah bukan hal baru di Indonesia. Persoalan ini terjadi hampir di sejumlah wilayah nusantara. Hal ini tidak bisa dianggap remeh. Sebab, tak menutup kemungkinan pihak yang bersengketa bisa berbuat nekat demi mendapatkan tanah yang disengketakan.

Atas alasan inilah Presiden Joko Widodo ingin mempercepat jalannya program sertifikasi tanah di Indonesia. Ia tidak ingin jika masyarakat saling bertarung memperebutkan tanah.


Jokowi sendiri mengakui bahwa sengketa tanah bisa menjadi sesuatu yang menyeramkan. Sebab, sengketa tersebut tak hanya berhenti pada sebatas adu mulut, namun bisa berkembang menjadi konflik serius.

Hal tersebut diungkapkan Jokowi saat acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Lapangan Maulana Yudha Tigaraksa, Tangerang. Dalam kesempatan itu, Jokowi menyerahkan sebanyak 5.000 sertifikat untuk warga Tangerang dan sekitarnya.

"Kalau sudah sengketa tanah itu, tarung," kata Jokowi di Banten, Senin (18/2). "Ada yang bawa golok, udah serem yang namanya sengketa tanah itu."

Sengketa tanah bisa terjadi lantaran warga tidak memiliki sertifikat sehingga hal tersebut menimbulkan kerancuan terkait kepemilikan tanah. Oleh sebab itu dengan adanya program ini, masyarakat yang sudah memiliki sertifikat bisa hidup tenteram dan bebas dari kemungkinan adanya sengketa tanah.

"Punya tanah tapi enggak punya sertifikat, jadinya apa, ya sengketa," jelas Jokowi. "Kalau ini jelas, inilah fungsinya sertifikat. Jadi sekarang bapak ibu sudah tenang karena sudah pegang sertifikat."

Jokowi mengatakan bahwa ia kerap menjumpai terjadi konflik di sejumlah tempat yang bersumber dari persoalan tanah. Oleh sebab itu, ia ingin agar masyarakat bisa mendapatkan sertifikat tanah dengan mudah sehingga Jokowi berupaya mempercepat program ini.

"Kenapa sertifikat ini dipercepat, dipermudah, digampangkan," lanjut Jokowi. "Karena setiap saya ke daerah yang saya dengar sengketa tanah, konflik lahan di mana-mana."

Jokowi menegaskan bahwa kepemilikan sertifikat tanah sangat penting. Sebab dengan mengantongi sertifikat itu artinya pemilik tersebut memiliki hak-hak hukum atas tanah yang dimilikinya.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Abdul Djalil mengatakan bahwa program sertifikasi tanah sangat membantu warga untuk tidak melakukan peminjaman ke rentenir. Yang mana, bunga pinjaman pada umumnya sangat mencekik.

"Kita harus berterima kasih dengan program yang dilakukan Pak Presiden (Joko Widodo) ini," kata Sofyan di Tangerang, Senin (18/2). "Karena dengan program pembagian sertifikat ini sangat membantu warga untuk tidak melakukan pinjaman ke rentenir, di mana bunganya sangat tinggi dan mencekik."

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts