Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, membagikan pandangan tentang puisi Neno lewat cuitan di akun Twitter pribadinya.
- Bertilia Puteri
- Senin, 25 Februari 2019 - 09:50 WIB
WowKeren - Puisi yang dibacakan oleh Neno Warisman dalam Malam Munajat 212, Kamis (21/2) lalu menuai banyak kontroversi. Pasalnya, Neno dinilai memberikan ancaman pada Tuhan dalam penggalan puisi tersebut.
Warganet lantas banyak memprotes puisi Neno lewat tagar #2019GantiTuhan. Tak hanya itu, salah satu warganet juga ada yang meminta pendapat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, perihal isu puisi tersebut.
Pertanyaan tersebut diberikan oleh akun @DimasPr33501336. Ia bertanya apakah puisi atau doa yang dibacakan oleh Neno sebenarnya diperbolehkan dalam agama.
"Slmt petang proof. Prof sy mu nanya ttg puisi ato do.a neno warisma, apakah itu di bolehkn dlm agama prof," tanya akun tersebut, Minggu (24/2). "Mksh prooof smoga sehat selalu."
Slmt petang proof. Prof sy mu nanya ttg puisi ato do.a neno warisma apakah itu di bolehkn dlm agama prof. Mksh prooof smoga sehat selalu
— Dimas Prasetya (@DimasPr33501336) February 24, 2019
Menanggapi pertanyaan tersebut, Mahfud pun lantas memberikan pandangannya. Menurut Mahfud, manusia tak bisa melarang orang lain untuk berdoa apa pun.
"Tuhan bs mendengar doa apa sj. Tapi manusia bs menilai motif doa dari lingkungan lahiriyahnya," jawab Mahfud. "'Nahnu nahkumu bil dzawahir, wallaah yahkumu bil bawathin'. Kita boleh menyikapi scr lahir, tapi Allah yg menentukan maqbul atau tidaknya. Kita tak bs melarang orng mau berdoa apa pun."
Tuhan bs mendengar doa apa sj. Tapi manusia bs menilai motif doa dari lingkungan lahiriyahnya. "Nahnu nahkumu bil dzawahir, wallaah yahkumu bil bawathin". Kita boleh menyikapi scr lahir, tapi Allah yg menentukan maqbul atau tidaknya. Kita tak bs melarang orng mau berdoa apa pun. https://t.co/vaA8YmdJKV
— Mahfud MD (@mohmahfudmd) February 24, 2019
Jawaban Guru Besar Fakultas Hukum UII tersebut lantas mendapat banyak tanggapan dari warganet. Banyak yang setuju dengan jawaban Mahfud, namun ada yang tak setuju dengan pandangan tersebut.
Sebelumnya, puisi Neno memang sudah mendapat tanggapan dari beberapa tokoh Tanah Air. Salah satunya Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin, yang menilai bahwa Neno salah menempatkan doa tersebut dalam puisinya.
(wk/Bert)