Jadi Partai Pendatang Baru yang Banyak Ditolak Publik, PSI Angkat Bicara
Instagram/rajaantoni
Nasional

PSI juga kerap menerima kritik dari parpol lainnya akibat ideologi politik yang berseberangan.

WowKeren - Partai Solidaritas Indonesia selama ini kerap menyuarakan ketidakadilan yang didapatkan oleh pihak-pihak yang menjadi korban intoleransi di negeri ini. Tak jarang pula, pandangan politik partai ini dinilai berseberangan dengan partai-partai lainnya.

Bahkan, Ketua Umum PSI Grace Natalie sendiri mengakui jika partainya itu memiliki sejumlah perbedaan pandangan dengan Parpol lain yang merupakan koalisi Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin. Dalam survei Litbang Kompas yang dilakukan pada periode 22 Februari-5 Maret 2019, menunjukkan bahwa PSI menjadi Parpol baru yang banyak mendapat penolakan dari masyarakat.


Sekjen PSI Raja Juli Antoni mengatakan adalah hal wajar jika partainya mendapat penolakan. "Jadi kami mendapat resistensi dari para koruptor atau orang-orang yang selama ini hidup dalam suasana yang korup," kata Antoni dilansir dari Kompas, Kamis (21/3).

Komitmen anti korupsi tersebut ditunjukkan oleh PSI dengan tidak merekrut kader yang merupakan mantan narapidana tindak korupsi. Komitmen tersebut juga ditunjukkan dengan keikutsertaan PSI dalam memberikan usul kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melarang Parpol mencalonkan mantan koruptor.

Antoni mengakui jika apa yang kerap disuarakan oleh PSI memang membuat sejumlah pihak merasa tidak nyaman. Misalnya ketika partai ini memberikan penolakan terhadap Perda Syariah dan praktik poligami.

Sehingga, adanya penolakan justru menunjukkan bahwa PSI memang benar-benar berbeda dengan partai nasionalis yang lain. "Jadi justru angka (resistansi) itu menunjukkan posisi kami tampak bedanya kami dengan partai nasionalis yang lain," ujar Antoni.

Pada survei tersebut, elektabilitas PSI hanya berada di angka 0,9 persen. Antoni mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja keras untuk mendongkrak elektabilitas tersebut. PSI tidak akan menyerah untuk terjun ke berbagai kabupaten atau kota untuk menaikkan elektabilitas tersebut.

"Di sekitar 27 hari ini, saya dan ketua umum terus jalan ke berbagai kabupaten/kota," tutur Antoni. "Yang menurut kami punya potensi besar untuk menaikkan elektabilitas PSI."

Sebab, sudah menjadi hal wajar jika masing-masing partai harus bekerja keras untuk memenangkan hati rakyat pada April mendatang. "Semua Caleg juga mengetuk pintu rakyat dan pintu hati tanpa lelah. Insyaallah di 17 April mendatang akan berbuah manis," pungkasnya.

You can share this post!

Related Posts
Loading...