Tak hanya dikecam warganet, perbuatan ibu yang mendorong putrinya dari mobil juga mendapat perhatian dari Wali Kota Malang.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 29 Maret 2019 - 08:48 WIB
WowKeren - Video viral yang dianggap menampilkan kekerasan pada anak belum lama ini santer di media sosial. Dalam video itu, terlihat seorang ibu yang menendang putrinya hingga jatuh dari mobil.
Sontak unggahan ini pun banjir kecaman dari para warganet yang menyayangkan perbuatan sang ibu tersebut. Berdasarkan info yang beredar, kejadian tersebut berlangsung di Kota Malang, Jawa Timur.
Bukan hanya warganet, peristiwa ini juga mendapat perhatian dari pihak wali kota. Wali kota Malang Sutiaji sangat menyayangkan perbuatan ibu yang tega mendorong anaknya sendiri hingga jatuh. Sebab, apa yang dilakukan oleh ibu tersebut termasuk dalam kategori Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Tak hanya itu, viralnya video juga dinilai Sutiaji bisa mencoreng citra baik Kota Malang. Sebab selama ini, Kota Malang dikenal sebagai Kota Layak Anak.
Diketahui, Malang telah menyabet penghargaan Kota Layak Anak pada pertengahan 2018 yang diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Sutiaji mengaku dirinya baru mengetahui video tersebut pada Kamis (27/3) pagi.
"Saya baru tahu video itu tadi pagi," kata Sutiaji, Kamis (28/3). "Malang itu kota layak anak. Karena itu perbuatan tersebut mencoreng nama Kota Malang."
Sutiaji berniat untuk mendatangi langsung kediaman sang ibu dalam video untuk menanyakan apa latar belakang hingga dirinya melakukan perbuatan semacam itu. Ia juga meminta polisi untuk melakukan investigasi guna menyelidiki kasus tersebut.
"Saya ingin bertemu ibu di dalam video itu, kepingin tahu motifnya apa," tutur Sutiaji. "Apapun bentuknya, darimana dan siapapun kami ingin tahu. Kalau soal investigasi, itu ranah kepolisian."
Sutiaji tidak ingin kejadian semacam ini terulang lagi. Oleh sebab itu, ia meminta kepada seluruh jajaran tenaga pendidik maupun warga kota Malang untuk tidak melakukan kekerasan dalam bentuk apapun. Alasannya, kekerasan pada anak dapat meninggalkan trauma psikis dalam diri sang anak.
"Saya hanya minta kepada sekolah dan orangtua untuk berhati-hati dalam menjaga anak," tegas Sutiaji. "Video saya lihat sepertinya bertengkar, saya khawatir itu menimbulkan trauma."
(wk/zodi)