5 Orang Tim Hore Depresi Karena Pilpres 2019, Sandiaga: Hidup Ini Hanya Senda Gurau
Nasional

Suasana proses penghitungan suara Pilpres memanas hingga membuat sejumlah pendukung alias 'tim hore' mengalami gangguan kejiwaan ringan. Sandiaga pun menanggapi.

WowKeren - Panasnya suasana Pilpres 2019 ternyata juga sampai ke kalangan pendukung kedua paslon Capres-Cawapres. Saking parahnya, pendukung atau 'tim hore' salah satu paslon di Bali didiagnosis menderita gangguan jiwa ringan.

Dokter kejiwaan, dr I Gusti Rai Putra Wiraguna Sp KJ, menerima 5 pasien usai Pemilu berlangsung. Para pasien tersebut rata-rata membahas tentang perang status di Facebook terkait Pilpres kala konsultasi.


"Saya kan di RSUD itu dua orang, di praktik saya pribadi 3 orang. Itu yang baru belum lagi temen-temen yang gangguan, belum pulih gara-gara kampanye, berita di TV muncul lagi. Kalau yang begitu dari sebelum kampanye saya suruh puasa medsos, nanti milih-milih aja pak enggak usah ngikutin beritanya," jelas Gusti pada Rabu (24/4). "Jadi konsultasi itu cuma nunjukkin statusnya 'ada orang balesnya gini dok, saya enggak terima saya ajak ketemu' itu kan gangguan. Yang dilawan juga belum tentu ada orangnya."

Menanggapi informasi tersebut, Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno pun buka suara. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut meminta agar hasil Pemilu ditanggapi dengan legowo dan tanpa tekanan jiwa.

"Ya, saya sampaikan hidup ini hanya senda gurau. Hidup ini harus kita sikapi dengan penuh legowo. Demokrasi ini kan lima tahun sekali, jangan kita terlalu menjadi tekanan jiwa, depresi," tutur Sandiaga di Rumah Siap Kerja pada Rabu (24/4). "Kita pastikan bahwa Pilpres ini membawa demokrasi kita semakin bermartabat, semakin dewasa."

Menurut Sandi, sikap legowo itu harus ditunjukkan karena apa pun hasil Pilpres 2019 nantinya, itu merupakan pilihan rakyat. Yang paling penting adalah proses penghitungan suara Pemilu tetap dikawal mulai sekarang. Sehingga hasil Pemilu yang keluar benar-benar jujur dan adil.

"Sekarang kita tinggal menjaga proses C1 ini. Saya justru mendapat laporan-laporan yang membuat kita agak terenyuh, surat suaranya dibakar, C1-nya hilang, ada juga emak-emak di Sumut menyatakan kotak suaranya diganti," tutur Sandiaga. "Ini yang harus kita kawal. Kalau tentang pilihannya, jangan kita jadi malah terpecah-belah, tapi mari energinya ini kita arahkan untuk mengawal tahapan proses berikutnya harus menghadirkan Pemilu yang jujur, berkeadilan, dan penuh martabat."

Tak hanya itu, Sandiaga lantas meminta pihak berwajib untuk segera bertindak apabila menerima laporan mengenai kecurangan Pemilu. Sehingga seluruh pelanggaran Pemilu dapat ditangani secara adil.

"Jadi mari kita sikapi dengan dewasa, sikapi dengan tindak lanjut," terang Sandiaga. "Sehingga kepercayaan masyarakat yang sekarang mulai agak tercederai itu bisa tentunya diberi penegasan bahwa semua pelanggaran yang dilakukan ini sudah ditangani dengan seadil-adilnya."

You can share this post!

Related Posts
Loading...