Dalam versi komik, karakter Bucky Barnes (Sebastian Stan) menjadi sosok penerus Captain America, alih-alih Sam Wilson (Anthony Mackie) seperti di film 'Avengers: Endgame'.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 08 Mei 2019 - 13:23 WIB
WowKeren - "Avengers: Endgame" memang menyajikan alur cerita yang bisa dibilang sama sekali tak terduga. Salah satunya adalah saat Captain America (Chris Evans) muncul dalam wujud yang lebih tua di bagian akhir film pamungkas Marvel Studios tersebut.
Dalam adegan ini, superhero dengan nama asli Steve Rogers tersebut dikisahkan memilih tinggal di masa lalu bersama wanita yang dicintainya, Peggy Carter (Hayley Atwell). Tak hanya itu, ia juga menyerahkan perisai Captain America miliknya pada Sam Wilson alias Falcon (Anthony Mackie). Hal ini secara tak langsung tentunya menjadi indikasi utama bahwa Sam adalah sosok yang akan menyandang titel Captain America selanjutnya.
Bicara soal karakter penerus Captain America, tentunya sebagian besar penggemar cukup kebingungan lantaran bukan nama Bucky Barnes alias Winter Soldier yang memegang perisai vibranium tersebut. Padahal dalam versi komik, karakter yang diperankan oleh Sebastian Stan ini juga pernah menyandang predikat sebagai Captain America.
Menanggapi hal ini, akhirnya dua sutradara "Avengers: Endgame", Russo Brothers, pun angkat bicara. Dalam wawancara dengan Happy Sad Confused Podcast, Anthony dan Joe Russo pun menjelaskan alasan kenapa Sam dianggap lebih layak menjadi penerus Captain America.
"Cap dan Bucky adalah saudara tetapi kalian tahu apa yang menarik dari mereka adalah mereka orang yang sangat berbeda," ungkap Joe Russo dilansir Cinema Blend pada Rabu (8/5). "Dan kupikir Bucky selalu memiliki kemungkinan untuk membuat pikirannya rusak. Pikirannya selalu dapat diambil alih oleh orang lain."
Lebih lanjut, Joe mengklaim bahwa Sam adalah satu-satunya orang yang cocok memegang perisai tersebut lantaran ia dan Captain America memiliki visi dan pola pikir yang serupa. "Dan kita tahu Sam, jika ada yang cocok dengan integritas Cap selama beberapa film terakhir, itu pastilah Sam. Kami tidak memiliki semua konteks yang dimiliki komik. Kami hanya bisa menyelesaikan cerita yang telah kami ceritakan, dan itu sepertinya masuk akal," pungkasnya.
Di film "Captain America: The First Avenger", karakter Bucky Barnes sendiri memang digambarkan sebagai salah satu prajurit Amerika yang gugur saat bertugas di Perang Dunia kedua. Karakter ini kembali ditampilkan dalam film "Captain America: The Winter Soldier", dimana ia justru dijuluki sebagai Winter Soldier, alias salah satu senjata mematikan dari Hydra.
Hydra memang mencuci otak Bucky dan mengubahnya menjadi tentara yang tangguh. Bahkan ia sama sekali tak mengenali siapapun, termasuk identitasnya sendiri. Meskipun ia mulai mengingat masa lalunya, namun di film "Captain America: Civil War", Bucky kembali mudah dipengaruhi oleh Zemo dengan cara membacakan kode rahasia Hydra. Hal ini berarti pengaruh Hydra masih melekat dalam dirinya.
Bahkan Bucky mengaku jika ia tak bisa mempercayai dirinya sendiri. "Aku tidak bisa mempercayai pikiranku sendiri," ungkap Bucky dalam salah satu dialognya di "Captain America: Civil War". Saat membantu para superhero mengalahkan Thanos di film "Avengers: Infinity War", Bucky juga masih merasa jika dirinya tidaklah layak. "Aku selalu merasa jika aku tak layak untuk ini, Steve," ujarnya lagi.
Oleh karena itu, rasanya tak heran jika perisai Captain America diserahkan pada Sam Wilson. Terlebih, di adegan akhir "Avengers: Endgame", Bucky justru terlihat sangat mendukung Sam untuk menerima perisai tersebut dari Steve Rogers.
(wk/luth)