Cantumkan 10 Ribu Subscriber Youtube Sebagai Syarat Pendaftaran, Perguruan Tinggi Ini Jadi Sorotan
SerbaSerbi

Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) mengatakan bahwa pihaknya memiliki pertimbangan khusus terkait kebijakan syarat pendaftaran tersebut.

WowKeren - Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) baru-baru ini menjadi perbincangan warganet di jagad media sosial. Bagaimana tidak, perguruan tinggi ini menetapkan syarat bagi Youtuber Content Creator yang ingin mendaftar melalui jalur prestasi, harus memiliki sedikitnya 10 ribu subscriber. Pengumuman tersebut bisa dilihat pada laman resmi UPNVJ pada bagian Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Jalur Prestasi yang menggunakan gabungan Nilai UTBK dan Prestasi Akademik/Nonakademik," bunyi pengumuman tersebut dilansir dari laman resmi UPVNJ, Jumat (14/6). "(Prestasi bidang olimpiade sains, olahraga dan seni peringkat 1-3 tingkat kabupaten/kota, Provinsi, Nasional, dan Internasional 3 tahun terakhir, Hafiz Al-Quran Minimal 5 Juz, Ketua OSIS selama sekurangnya satu periode dan Youtube Content Creator minimal 10.000 subscriber)."


Terkait hal ini, Rektor UPNVJ Erna Hernawati mengaku tidak tahu menahu jika persyaratan ini menjadi buah bibir warganet di media sosial. Syarat ini ramai diperbincangkan setelah diunggah di Instagram oleh akun @infomasukptn pada Kamis (13/6).

"Belum tahu saya, soal itu (ramai di medsos)," kata Erna dilansir dari Tirto, Jumat (14/6). "Di Instagram apa? Coba nanti kasih linknya ke saya."

Erna menilai bahwa peraturan tersebut baru dilakukan pertama kali tahun ini. Persyaratan tersebut, dikatakan Erna, untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan revolusi industri 4.0.

"Kami ingin mahasiswa-mahasiswa di sini itu termotivasi agar lebih kreatif," tutur Erna. "Makanya kami beri penghargaan khusus Youtube Creator melalui jalur prestasi."

Meski demikian, memiliki 10 subscriber tak serta merta menjadi jaminan calon mahasiswa akan diterima di kampus tersebut. Erna mengatakan bahwa pihaknya memiliki tim khusus untuk melakukan proses seleksi lebih lanjut.

"Tim internal kami akan mempertimbangkan soal kontennya," jelas Erna. "Tidak konten yang abal-abal. Jadi kontennya yang lebih edukatif dan berguna bagi masyarakat. Bukan provokasi."

You can share this post!

Related Posts
Loading...