Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai bahwa Swire Group dan Manchester Airports Group memiliki pengalaman untuk mengelola bandara yang sebelumnya tidak berkembang.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 25 Juli 2019 - 20:56 WIB
WowKeren - Pemilik maskapai Cathay Pacific, Swire Group, tertarik untuk membuka terminal kargo di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka. Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Pria yang akrab disapa Emil tersebut menuturkan bahwa pengembangan Kertajati saat ini masih sekitar 25 persen. Oleh sebab itu, bandara tersebut masih bisa dikembangkan lagi.
Selain Bandara Kertajati, Swire Group dan Manchester Airports Group, perusahaan pengelola dan investasi bandara, juga berminat untuk mengembangkan Nusawiru Pangandaran dan Cikembar Sukabumi. Rencananya, bulan Agustus mendatang mereka akan datang untuk melakukan penjajakan.
"Bandara Kertajati kan baru dikembangkan 25 persen," kata Emil dalam siaran pers nya, Bandung, Kamis (25/7). "Jadi masih bisa berkembang lebih lagi. Bulan depan mereka akan datang ke Jabar untuk penjajakan lebih lanjut."
Emil menegaskan bahwa kedua perusahaan tersebut sudah memiliki pengalaman untuk mengembangkan bandara. Oleh sebab itu, Emil menawarkan pada mereka untuk terlibat dalam pengembangan Bandara Nusawiru Pangandaran dan Cikembar Sukabumi.
"Mereka ini berpengalaman mengelola bandara yang awalnya tidak berkembang, mereka ambil alih dan berhasil," jelas Emil. "Kita tawarkan pengembangan Bandara Nusawiru Pangandaran dan Cikembar Sukabumi."
Emil berharap pengembangan dua bandara tersebut dapat membantu menggerakkan perekonomian rakyat Jawa Barat. Kerja sama ini juga disambut baik oleh Asisten Daerah Bidang Perekonomian dam Pembangunan Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat Eddy IM Nasution. "Kalau Cathay Pacific mau masuk, BIJB akan berkembang pesat," katanya.
Bandara Nusawiru Pangandaran hanya berjarak enam kilometer dari Grand Canyon, salah satu destinasi wisata populer di wilayah tersebut. Sayangnya, bandara ini hanya bisa didarati oleh pesawat jenis ATR mengingat panjang runway nya hanya 1.400 meter dengan lebar 30 meter. Sedangkan Bandara Cikembar Sukabumi sendiri masih dalam tahap pembebasan lahan.
(wk/zodi)