Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebut Presiden Jokowi telah memilih Kalimantan sebagai lokasi Ibu Kota baru, namun masih tertutup soal rencana detailnya.
- Elvariza Opita
- Rabu, 31 Juli 2019 - 11:41 WIB
WowKeren - Belakangan ini, beberapa isu non-politik tengah meramaikan Indonesia. Salah satunya soal rencana pemindahan Ibu Kota ke luar Pulau Jawa. Informasi terbaru menyebut Presiden Joko Widodo telah memilih Pulau Kalimantan sebagai lokasi Ibu Kota baru, kendati belum ada kepastian soal provinsi yang dituju.
"Iya, nanti diumumkan (pemindahan Ibu Kota Indonesia)," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Hotel Shangri-La, Surabaya, Senin (29/7). "Pulaunya Kalimantan, provinsinya nanti (menyusul)."
Tak ayal isu ini pun langsung menuai beragam reaksi. Bahkan harga tanah di Kalimantan Tengah, yang diisukan menjadi kandidat utama lokasi Ibu Kota baru, langsung melonjak empat kali lipat pasca bocoran ini terungkap ke publik.
Menanggapi berita yang simpang-siur ini, Presiden Jokowi pun angkat bicara. Dalam keterangan persnya ketika meninjau kawasan wisata di Toba Samosir, Sumatera Utara, Jokowi mengatakan pihaknya tak ingin tergesa-gesa dalam menentukan lokasi Ibu Kota baru. Namun Jokowi memastikan informasi detail soal Ibu Kota baru akan disampaikan pada Agustus 2019 mendatang.
"Memang dari dulu sudah saya sampaikan, pindah ke Kalimantan," ujar Jokowi di Kawasan Wisata The Kaldera Toba, Selasa (30/7). "Nah Kalimantan-nya, Kalimantan yang mana? Nanti kita sampaikan Agustus."
Hingga kini, terang Jokowi, pihaknya masih terus menyelesaikan kajian-kajian pendukung terkait rencana besar tersebut. Sehingga ia tak ingin terburu-buru membocorkan detail rencana yang masih belum sepenuhnya rampung.
"Kajiannya belum rampung, belum tuntas," katanya, dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Sekretaris Negara, @kemensetneg.ri. "Nanti kalau sudah rampung, sudah tuntas, dan detailnya sudah dipaparkan (akan disampaikan ke publik)."
"(Saat ini masih mengkaji tentang) kebencanaan seperti apa, mengenai air, mengenai keekonomian, mengenai demografinya," imbuh Jokowi. "Masalah sosial politik, pertahanan keamanan. Semuanya memang harus komplet."
Oleh karena itu, Jokowi kembali menegaskan pihaknya tak ingin tergesa-gesa mengambil keputusan. Namun ia berharap agar lokasi Ibu Kota baru bisa diputuskan secepatnya.
(wk/elva)