Ahok Tanggapi Santai UAS yang Enggan Minta Maaf Soal Ceramah Salib
Nasional
Ceramah Salib Ustaz Abdul Somad

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menilai biasa saja soal UAS yang enggan meminta maaf terkait isi ceramahnya yang menuai kontroversi.

WowKeren - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali menanggapi soal ceramah Ustaz Abdul Somad yang dianggap menghina salib. Ceramah tersebut sontak menuai kontroversi dari sejumlah pihak.

Ahok menyarankan kepada UAS yang diduga melakukan penistaan agama tersebut untuk lebih banyak memanjatkan doa. "Berdoa saja, yang penting kenal Tuhan saja dengan benar," ujar Ahok di Gedung DPRD Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (26/8).

Seperti diketahui sebelumnya, kasus penistaan agama juga pernah menimpa mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Akibatnya, Ahok harus mendekam di penjara selama dua tahun. Kasus bermula ketika Ahok dianggap melakukan penistaan terhadap surat Al Maidah ayat 51. Saat itu Ahok ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Depok

Terkait kasus serupa yang menimpa UAS, Ahok enggan memberikan komentar lebih jauh. Ia mengaku tak tahu-menahu soal perkembangan kasus tersebut. Menurutnya, perkara semacam itu adalah hal biasa. "Saya enggak tahu, bagi saya biasa-biasa saja soal urusan itu," lanjut Ahok.


Sementara itu, UAS sendiri sempat menyatakan jika dirinya enggan meminta maaf meskipun ceramahnya dianggap menghina agama lain. Terkait hal ini, Ahok juga menanggapinya santai. "Enggak apa-apa. Saya kira oke saja," pungkasnya.

Seperti diketahui, UAS menegaskan bawa dirinya tak perlu meminta maaf atas kontroversi video ceramahnya. Sebab, ceramah tersebut disampaikan secara internal dan berkaitan dengan akidah Islam.

Sebelumnya, sudah ada empat kelompok yang melaporkan UAS ke polisi. Ustaz Somad dilaporkan ke Markas Kepolisian Resor Sikka di Nusa Tenggara Timur atau NTT oleh Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere pada Sabtu (17/8).

Tak cukup sampai di situ, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) juga melaporkannya ke Bareskrim Mabes Polri pada Senin (19/8). Terakhir, kelompok dari Horas Bangso Batak (HBB) juga melaporkan UAS ke Polda Metro Jaya di hari yang sama.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts