Buka Suara Soal Polemik PB Djarum-KPAI, Susi Susanti Sindir Peran Pemerintah
Nasional
Polemik Beasiswa PB Djarum

Legenda bulu tangkis ini menyangkal soal unsur eksploitasi anak di balik audisi beasiswa yang digelar. Ia pun menilai PB Djarum sudah berkontribusi besar terhadap masyhurnya dunia bulu tangkis Indonesia di mata dunia.

WowKeren - Polemik yang terjadi antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan PB Djarum masih menyita perhatian banyak pihak. Mulai dari pemerintah, masyarakat awam, hingga para atlet.

Salah satu yang ikut berkomentar adalah legenda bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti. Atlet peraih medali emas di Olimpiade Barcelona 1992 ini mengaku prihatin atas masalah yang terjadi. Apalagi polemik ini berujung pada berhentinya audisi beasiswa bulu tangkis oleh PB Djarum mulai tahun depan.

Ia menilai PB Djarum sudah banyak berkontribusi dalam melahirkan atlet-atlet bulu tangkis berkelas dunia. Mulai dari menjaring bibit unggul yang kebanyakan berasal dari kalangan kurang mampu, memberikan mereka beasiswa, hingga mampu mencetak prestasi mumpuni.

"Kalau sekarang enggak ada perhatian dari klub-klub yang punya perhatian, memberikan beasiswa, siapa lagi?" kata Susi, dilansir Merdeka, Rabu (11/9). "Sedangkan masyarakat tahunya badminton harus juara, target harus juara. Juara SEA Games, Asian Games, juara dunia All England. Lah terus pembinaannya seperti apa? Siapa yang membina?"

Susi lantas membandingkan peran PB Djarum ini dengan pemerintah. Menurutnya, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tak bisa membina dari kecil selayaknya PB Djarum selama ini. "Lalu pemerintah sendiri apakah membina dari kecil? Menjaring? Tidak," tuturnya tegas.


Sebab, tutur Susi, PBSI tak memiliki anggaran yang cukup untuk melakukan itu. Oleh karenanya ia mengaku khawatir akan keberlanjutan regenerasi atlet bulu tangkis profesional apabila audisi dihentikan.

"Sekarang untuk penjaringan bibit saja enggak boleh, terus dibilang eksploitasi, terus kita mencari bibit ke mana?" ungkap Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI ini. "Memangnya sim salabim langsung juara atletnya?"

Di sisi lain, Susi meyakini tak ada unsur eksploitasi anak di balik polemik ini. Ia menilai keterlibatan para anak dalam audisi itu murni keinginan masing-masing.

"Kalau eksploitasi anak, kita bisa tanyakan kepada para orang tua. Mungkin saya salah satunya," ujarnya. "Tidak ada eksploitasi. Itu (murni) keinginan, keinginan orang tua dan keinginan anaknya."

Oleh karena itu ia meminta agar KPAI bisa menunjukkan sisi eksploitasi anak di audisi beasiswa PB Djarum. Menurutnya apa yang dilakukan PB Djarum adalah pembinaan. Apalagi karena beasiswa PB Djarum ini berimbas positif untuk dunia olahraga Indonesia.

(wk/elva)

You can share this post!