Ketua IKAGI Bongkar Gaji Petinggi Garuda Indonesia Capai Rp 1,7 M Per Bulan
Nasional
Dirut Garuda Selundupkan Harley

Ketua IKAGI Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa jumlah gaji fantastis tersebut merupakan akumulasi jabatan yang dipegang para petinggi di berbagai anak perusahaan Garuda Indonesia.

WowKeren - Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) yang diketuai oleh Zaenal Muttaqin diketahui menggugat manajemen maskapai pimpinan I Gusti Ngurah Askhara alias Ari Askhara. Pasalnya, manajemen maskapai pimpinan Ari dinilai tidak mematuhi Perpanjangan Perjanjian Kerja Bersama periode 2014-2016.

Zaenal sebagai Ketua IKAGI lantas mengaku bahwa gaji petinggi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mencapai Rp 1,7 miliar per bulan. Zaenal menjelaskan bahwa jumlah gaji fantastis tersebut merupakan akumulasi jabatan yang dipegang para petinggi di berbagai anak perusahaan Garuda Indonesia.


"Jabatan mereka di anak perusahaan itu sebagai komisaris dan bukan satu," tutur Zaenal usai menghadiri sidang perdana di Pengadilan Negeri Cibinong, Kabupaten Bogor, dilansir Tempo pada Jumat (20/12). "Setiap anak perusahaan mereka ada dan menjabat."

Menurut Zaenal, para petinggi Garuda sebagai pejabat kerap menyalahgunakan kewenangan mereka. Ia juga menyebut bahwa intervensi kebijakan maskapai pelat merah tersebut lah yang menyebabkan Garuda beserta anak usahanya merugi. "Baik untuk perusahaan, kami ataupun penumpang pesawat," tutur Zaenal.

Lebih lanjut, Zaenal menyebut kebobrokan tersebut sudah lama terjadi dan selama ini tak pernah tersentuh oleh pemerintah maupun lembaga terkait. Ia bahkan menyebut bahwa selam ini banyak kebijakan yang dibuat demi kepentingan para petinggi dan kelompoknya, bukan untuk kepentingan perusahaan.

"Itu yang penting," tegas Zaenal. "Yang harus disikapi pemerintah."

Oleh sebab itu, Zaenal pun menyarankan agar pemerintah memberikan rekomendasi yang kuat kepada board of director (BOD) baru serta memberikan perlindungan hukum kepada BOD agar mereka bisa "membersihkan" seluruh jajaran pegawai. Zaenal sendiri menegaskan bahwa "bersih-bersih" yang dimaksudnya bertujuan untuk merapikan struktur demi kemajuan perusahaan, kenyamanan penumpang, dan juga kesejahteraan karyawan atau pegawai. "Jangan sampe bersih-bersih ini untuk menutup rapih kebobrokan di jaman Ari Askhara," pungkas Zaenal.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts