Atasi Banjir, BPPT Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Lewat Cara Ini
Nasional
Banjir Jakarta 2020

Demi mengatasi masalah banjir, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan melakukan modifikasi cuaca di wilayah Jabodetabek dengan menggunakan cara ini.

WowKeren - Bencana banjir telah menerjang beberapa wilayah di Indonesia seperti DKI Jakarta dan sekitarnya sejak akhir tahun 2019 hingga awal tahun 2020. Walau banjir di beberapa daerah dilaporkan sudah surut, namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan terkait adanya cuaca ekstrem.

BMKG telah menyebutkan jika sejumlah wilayah berpotensi terkena cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat. Cuaca ekstrem ini diprediksi akan dimulai tanggal 5 hingga 12 Januari 2020 mendatang.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pun langsung bergerak cepat untuk mengantisipasi kembali terjadinya banjir dengan melakukan modifikasi cuaca sejak Jumat (3/1) lalu. Operasi ini dilakukan dengan bekerja sama dengan BNPB, BMKG, LAPAN, serta TNI Angkatan Udara.

Modifikasi cuaca ini dilakukan di wilayah Jabodetabek dengan harapan intensitas curah hujan akan berkurang 30 hingga 35 persen. Dengan begitu, potensi terjadinya banjir dapat dikurangi dan diantisipasi.


Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Teknologi (BBTMC-BPPT) Trio Handoko Seto menjelaskan jika secara umum, awan yang berpotensi mengalami hujan biasanya berasal dari barat dan barat laut. Oleh sebab itu, tim BBTMC akan melakukan modifikasi cuaca dengan menyemai garam di awan-awan yang tumbuh di selat Sunda dan perairan Jawa Barat.

"Tujuannya agar hujan segera turun sebelum memasuki Jabodetabek. Itu yang kemudian secara awam dikenal sebagai menggeser, padahal tidak seperti itu," kata Seto seperti dilansir dari Detik, Jumat (3/1). "Tapi awan yang datang kemudian kita cegat (agar jadi hujan di lautan bukan di darat)."

Operasi TMC ini rencananya akan terus dilakukan hingga wilayah Jabodetabek dipastikan aman dari ancaman banjir. Operasi juga terus dilakukan bahkan pada malam hari dengan menggunakan pesawat CN-295. Hal ini dilakukan lantaran BMKG memprediksi jika curah hujan tinggi akan terus berlangsung hingga Februari mendatang.

TMC sendiri pernah dilakukan setelah banjir yang melumpuhkan Jakarta pada 2013 silam. Kala itu, operasi TMC berlangsung dari 26 Januari hingga 27 Februari 2013. Selain itu, TMC juga pernah dilakukan saat terjadinya kebakaran hutan di Sumatra Selatan dan Kalimantan Barat. Bedanya, penyemaian garam saat kebakaran dilakukan agar hujan turun di daratan yang menjadi wilayah kebakaran.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts