Joko Anwar mengenang bagaimana wajah bahagia Ria Irawan ketika dulu menerima penghargaan sebagai pemeran wanita terbaik di film ‘Selamat Tinggal Jeanette’.
- Lailatul Maghfiroh
- Senin, 06 Januari 2020 - 18:41 WIB
WowKeren - Ria Irawan kini telah meninggal dunia pada Senin (6/1) di RSCM Jakarta Pusat usai berjuang melawan penyakit kanker kelenjar getah bening yang ia derita sejak tahun 2014 silam. Jenazah Ria pun telah dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir Jakarta Selatan, pada Senin siang.
Lantas dalam acara pemakaman tersebut terlihat sosok Joko Anwar hadir untuk mengantarkan Ria ke peristirahatan terakhirnya. Joko menghampiri makam dan sejenak tertunduk memandang nisan sembari mengirimkan doa terbaik untuk mendiang Ria Irawan.
Setelah itu Joko mengenang bagaimana sosok Ria selama ini menurut pandangannya. Bagi Joko, Ria adalah sosok yang sangat baik sebagai sahabat.
“Sangat positif sekali, baik kemana pun dia ada,” ujar Joko Anwar saat ditemui WowKeren, Senin (6/1). “Sebagai sahabat untuk nongkrong, dia sangat fun, orangnya sebagai pendengar yang baik juga pencerita yang baik, dan sebagai seorang pekerja film dia sangat bertalenta.”
Lebih lanjut, Joko juga masih sangat mengingat bagaimana dulu Ria begitu semringah ketika meraih penghargaan sebagai pemeran wanita terbaik di film “Selamat Tinggal Jeanette”. Joko menganggap bahwa momen itu begitu inspiratif baginya.
“Dulu tahun 80-an kalau gak salah, ketika Ria Irawan naik ke panggung sambil cengar cengir, ketawa- ketawa,” papar Joko. “Karena dia tidak yakin memenangkan piala citra untuk film ‘Selamat Tinggal Jeanette’, dia sebagai pemeran pembantu wanita terbaik, itu adalah suatu momen yang sangat inspiratif buat saya.”
“Dia sempet ikut workshop penulisan skenario yang aku bikin, dan Ria Irawan jadi salah satu pesertanya,” tambah Joko. Kendati begitu, Joko menganggap sosok Ria begitu supel untuk bisa berteman dengan siapa saja.
“Dia itu adalah orang yang bisa bergaul dengan siapa saja,” tandas Joko. “Dari profesi yang paling tinggi sampai orang yang paling minimal pekerjaannya, dia adalah orang yang bisa bergaul dengan siapa saja.”
(wk/lail)