Muak Jatim Dipenuhi Sampah 'Kiriman', Gadis 12 Tahun Ini Kirim Surat Protes ke PM Australia
SerbaSerbi

Aeshninna Azzahra, perempuan berusia 12 tahun ini dengan lantang menyerukan protesnya kepada Perdana Menteri Australia untuk berhenti 'mengirimkan' sampah ke daerah asalnya, Jawa Timur. Protes tersebut dikirimkan melalui surat terbuka.

WowKeren - Seorang anak perempuan muda ini perlu mendapatkan apresiasi atas keberaniannya. Pasalnya, di usia yang masih 12 tahun, pemilik nama Aeshninna Azzahra mendesak Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison untuk menghentikan ekspor kertas limbah dan plastik ke provinsi asalnya, Jawa Timur.

'Protes' tersebut disampaikannya melalui surat terbuka yang dikirim secara pribadi ke kedutaan Australia di Jakarta Senin (21/1) malam. Dalam surat tersebut, perempuan kelahiran Gresik, Jawa Timur itu menyampaikan kekecewaan pada dampak ekologis dan kesehatan dari limbah asing di Indonesia. Dia juga merinci dampak langsung dari perdagangan ekspor pada desa-desa di wilayahnya.


"Saya merasa sedih mengetahui bahwa kota saya menjadi tempat pembuangan sampah plastik dari negara-negara maju," tulis Azzahra dalam suratnya dilansir ABC, Rabu (22/1). Ia mengatakan jika potongan-potongan plastik yang kerap ia temui membawa label yang berasal dari Kanada, Australia, Amerika Serikat (AS), dan Inggris, di antara negara-negara maju lainnya.

"Tolong simpan limbah Australia di Australia dan jangan mengirim sampah yang tidak dapat didaur ulang ke Indonesia, yang akan menambah lebih banyak masalah sampah plastik di negara saya," katanya kepada Morrison. "Berhentilah mengekspor campuran kertas bekas dengan sisa plastik ke Jawa Timur dan Indonesia. Tolong ambil kembali sampahmu dari Indonesia."

Dikutip dari ABC, Pemerintah Australia akan menghentikan larangan ekspor plastik, kaca dan kertas bekas mulai Juli. "Sama seperti Nina, Pemerintah kami menganggap penanganan sampah adalah prioritas utama, karena ini merupakan masalah penting bagi lingkungan kami di rumah dan di seluruh wilayah tempat kami tinggal," bunyi pernyataan tersebut.

Lebih lanjut, pemerintah Australia juga akan bekerja dengan industri untuk menghapuskan kemasan plastik sekali pakai dan microbeads berbahaya. "Kami mendukung rencana Indonesia untuk mengurangi puing-puing laut sebesar 20 persen dan limbah hingga 30 persen dan kami bermitra dengan mereka untuk berbagi pengetahuan kami dan apa yang telah dipelajari kedua negara kami," tutupnya.

You can share this post!

Related Posts