Mahfud MD Doakan Tito Karnavian dan Khofifah Jadi Presiden-Wapres 2024
Nasional

Hal tersebut disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD di sela acara launching Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (31/1) hari ini.

WowKeren - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menghadiri acara launching Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di Surabaya pada Jumat (31/1) hari ini. Di sela acara tersebut, Mahfud menyampaikan harapannya agar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bisa menjadi Presiden RI pada 2024 mendatang.

Menurut Mahfud, Tito merupakan orang yang sangat cerdas. Karier Tito sendiri terbilang cemerlang, ia sukses menjadi Kapolri di 2016 dan menjadi Mendagri di 2019.

"Pada 2010, saya melihat beliau (Tito) di TV, anak ini kok cerdas sekali. Saya tanya dari mana, ternyata dia dari Palembang, saya tanya murid saya, 'Eh, kamu kenal ndak?' (Dijawab) 'Kenal, dia orang hebat. Pasti suatu saat tahun 2022 beliau akan jadi Kapolri'," ujar Mahfud menirukan muridnya. "Ternyata lebih cepat, 2016 beliau sudah jadi Kapolri. Dan sekarang jadi Mendagri, 2024 mudah-mudahan jadi Presiden."

Tak hanya Tito, Mahfud juga menyanjung sosok Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kesempatan tersebut. Menurut Mahfud, Khofifah merupakan orang yang tak kenal lelah.


"Sama, Bu Khofifah juga pekerja keras. Junior saya di politik, terutama kami sama-sama di Partai PKB," jelas Mahfud. "Beliau sudah jadi Menteri dua kali, tapi masih mau jadi Gubernur."

Lebih lanjut, Mahfud pun mendoakan agar Khofifah kelak bisa menjadi pendamping Tito dalam memimpin Indonesia. "Mudah-mudahan nanti kalau Pak Tito jadi Presiden, Bu Khofifah wakilnya," pungkas Mahfud.

Doa Mahfud pun disambut oleh gelak tawa dan tepuk tangan para hadirin. Tito dan Khofifah sendiri tampak kaget dan tersenyum kala mendengar doa Mahfud ini.

Di sisi lain, ADM yang diluncurkan dalam acara ini nantinya akan mempermudah masyarakat untuk membuat KTP, akta kelahiran, hingga akta kematian. Menurut Mendagri Tito, dengan digunakannya mesin ADM ini maka pungutan liar pun bisa dihilangkan.

"Ini akan memotong birokrasi-birokrasi yang sulit yang dihadapi masyarakat selama ini, yang kedua memiliki fungsi yang sangat strategis dalam rangka pemberantasan korupsi," jelas Tito dalam kesempatan yang sama. "Karena korupsi itu tidak hanya dapat ditangani dengan penindakan tapi pencegahan. Juga bisa dilakukan salah satu upaya untuk mencegah korupsi dengan menciptakan sistem."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait