Walkot Risma Ogah 'Bebaskan' Penghinanya, Ketua DPP Demokrat Sigap Pasang Badan
Nasional
Kasus Hina Wali Kota Risma

Zikria Dzatil sebagai pelaku dalam kasus hinaan terhadap Wali Kota Surabaya berharap penahanannya bisa ditangguhkan. Namun permintaan ini masih menemui jalan buntu dari Risma.

WowKeren - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku sudah memaafkan Zikria Dzatil, ibu rumah tangga asal Bogor yang menghinanya sebagai "kodok betina". Hal ini ia sampaikan kala menanggapi permohonan maaf dari Zikria pasca diciduk Polrestabes Surabaya beberapa waktu lalu.

Namun demikian, Risma dengan tegas mengaku tak mencabut laporannya terhadap Zikria. Ia menyatakan proses hukum akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.


Pernyataan ini sekaligus menolak permohonan penangguhan penahanan yang diajukan pihak Zikria. Sebagai pengingat, kemarin kuasa hukum Zikria memang mengajukan penangguhan penahanan pasca dimaafkan.

"Iya, kami mengajukan penangguhan penahanan. Pengajuan penangguhan penahanannya setelah Bu Risma memaafkan, kemarin," tutur kuasa hukum Zikria, Advent Dio Randy, Kamis (6/2).

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon pun ikut angkat bicara. Lewat cuitannya pada Kamis sore, Jansen sigap pasang badan atas Zikria dan memohon agar Risma berkenan memberikan keringanan.

"Yth Bu Risma: Kalau bisa cabut saja laporan Ibu itu. Supaya Zikria bisa berkumpul lagi dengan keluarganya. Anak-anaknya masih kecil Bu, kasihan," cuit Jansen.

Kendati demikian Jansen mengaku tak membenarkan tindakan Zikria itu. Ia menilai Zikria memang bersalah, namun penahanan atas sang pelaku selama beberapa hari kemarin dirasanya sudah cukup menjadi pelajaran.

"Aku bukan orang yang setuju dengan hinaannya yang menyebut nama hewan. Karena aku juga bolak-balik dihina seperti itu," imbuhnya. "Zikria sudah ditahan selama beberapa hari ini, sudah cukup lah menjadi pelajaran."

Walkot Risma Ogah \'Bebaskan\' Penghinanya, Ketua DPP Demokrat Sigap Pasang Badan

Twitter

Permohonan Jansen ini pun disepakati oleh beberapa warganet yang meramaikan kolom komentarnya. Mereka menilai Risma tak bisa berjiwa besar terhadap kasus yang dihadapinya.

"Kurasa beliaunya juga sedang galau saat ini. tindakannya itu justeru memberi stigma negatif kpd beliau. salah strategi saudara2. wallahu a'lam. nuwun," tulis @qs****fi.

"Hikmahnya sangat jelas, bu Risma telah dengan terang benderang menunjukan karakter dan jatidiri beliau. Beliau bukan type negarawan. Jadi maaf, beliau bukan seorang leader, melainkan seorang mandor yg bekerja mengandalkan kekuatan marah dan emosional. Sorry to say," kata @Ga*******07.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts