Walkot Surabaya Risma Kembali Dihina, Kali Ini Disebut 'Kodok Dolli'
Nasional
Kasus Hina Wali Kota Risma

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali menerima hinaan dari seorang warganet Facebook yang menyebutnya sebagai 'kodok dolli'. Hal ini yang kedua kali setelah hinaan 'kodok betina'.

WowKeren - Beberapa waktu lalu Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini baru saja menuai banyak sorotan karena terlibat dalam suatu kasus hukum. Diketahui Risma melaporkan seorang warganet Facebook bernama Zikria Dzatil usai menghinanya dengan sebutan "kodok betina".

Masalah hukum itu sempat menjadi sorotan nasional, bahkan berujung dengan pelaporan Risma ke Ombudsman RI. Namun kekinian kasus hukum sudah berakhir karena Risma mencabut laporannya terhadap Zikria.


"Perihal surat itu adalah permohonan pencabutan pengaduan dan pelaporan," terang Kabag Hukum Pemerintah Kota Surabaya, Ira Tursilowati, Sabtu (8/2). "Pada intinya karena sudah ada permohonan maaf dari yang bersangkutan. Makanya Bu Wali mengajukan surat pencabutan laporan ini."

Kasus itu sudah berakhir, namun rupanya hinaan untuk Risma tak jua berhenti. Nyatanya masih ada warganet yang tidak jera dan tetap menghina Risma.

Dilansir dari akun Instagram @aslisuroboyo, rupanya seorang warganet dengan akun Bendol Jo (Beni Dollar) lah yang kali ini berulah. Lewat postingannya di Facebook, warganet itu menghina Risma sebagai "Kodok Dolli".

Dolli sendiri merupakan salah satu wilayah yang cukup dikenal di Indonesia. Dahulu kawasan itu merupakan lokalisasi yang belakangan sudah berhasil ditertibkan oleh pemerintah setempat.

"[Dan terjadi lagi....] Siang ini @aslisuroboyo menerima banyak DM yang mencantumkan unggahan dari FB," tulis @aslisuroboyo sebagai caption. "Yang intinya menghina Bu Risma seperti terlampir."

"Kalau ingin mengkritik pemerintahan Bu Risma silakan, tidak ada yang melarang, tapi kalau menyerang atau 'bully' secara personal seperti ini, kira-kira apa yang akan terjadi?" imbuhnya.

Usai \'Kodok Betina\', Walkot Surabaya Risma Kini Dihina \'Kodok Dolli\'

Instagram

Dengan kocak, akun Instagram itu pun memberikan pilihan langkah yang sekiranya bakal ditempuh oleh penghina. Mulai dari menonaktifkan akunnya, sosoknya yang secara misterius menghilang, memberi klarifikasi dan meminta maaf, atau menempuh pilihan lain.

Postingan ini pun mendapat banyak komentar. Mereka menilai harus ada tindakan tegas terhadap perundungan siber ini supaya pelakunya merasa jera.

"Indonesia darurat bullying... Tindak lanjuti dan perkarakan walau pun sudah minta maaf, hukum harus tetap di proses... Kalo kayak gini terus kapan pelaku nya jera?" kata @men******ul.

"Cekel wes ra ngurus sepuro2 an garai TUMAN!" tulis @gs****_k. "Paleng yo koyok wingi," imbuh @luk********wan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts