Beda Dari Indonesia, Belgia Akan Pulangkan Anak-Anak Pengikut ISIS
Dunia
Pro-Kontra Pemulangan WNI Eks ISIS

Berbeda dari Indonesia, Pemerintah Belgia berencana untuk memulangkan anak-anak pengikut jaringan terorisme ISIS yang saat ini berada di kamp pengungsian Suriah.

WowKeren - Pemerintah Belgia telah menyatakan rencananya untuk memulangkan anak-anak warga negara mereka yang sempat bergabung dengan organisasi terorisme Internasional, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Saat ini, anak-anak pengikut ISIS tersebut dilaporkan masih berada di kamp pengungsian di Suriah.

Diplomat Belgia mengatakan jika pihaknya telah memberikan persetujuan bagi ibu mereka terkait rencana pemulangan tersebut. Pemerintah Belgia juga sedang mendata jumlah maupun identitas dari anak-anak itu.


Pembantu Luar Negeri Belgia, Philippe Goffin menjelaskan jika saat ini pihaknya baru mengidentifikasi sebanyak 42 anak anggota ISIS. Mereka dilaporkan tersebar di dua kamp di timur laut Suriah.

Selain itu, terdapat sekitar 30 anak dan 13 ibu yang berada di kamp Al-Hol. Selanjutnya, ada 12 anak dan 10 ibu yang juga dilaporkan berada di kamp Al-Roj. Kedua kamp pengungsian tersebut terletak di timur laut Suriah.

Goffin juga menegaskan jika pemulangan anak-anak ISIS tersebut mendapatkan persetujuan dari ibu mereka. "Jelas para ibu harus setuju (dengan rencana pemulangan ke-42 anak)," kata Goffin ketika berbicara di sela pertemuan di PBB.

Kamp-kamp pengungsian di daerah tersebut selama ini dipantau oleh Suku Kurdi. Goffin menjelaskan jika Suku Kurdi telah mengetahui rencana pihaknya untuk memulangkan anak-anak jihadis warga Belgia.

Goffin menceritakan jika dirinya sebelumnya telah mengunjungi secara langsung sebuah kamp pengungsi Suriah di Yordania. Menurutnya, kondisi kamp di Yordania tidak seburuk dan mengerikan dibandingkan dengan kamp yang berada di Suriah.

"Apa yang saya lihat di Yordania rasanya (kondisi di sana) sudah tak tertahankan," ujar Goffin seperti dilansir dari CNN. "Saya diberitahu bahwa apa yang terjadi di Suriah tidak sebanding dan jauh lebih buruk dari itu."

Rencana pemulangan anak-anak ISIS asal Belgia ini disebutkan Goffin sudah sesuai dengan hukum internasional. Opsi tersebut juga dinilai sebagai solusi ideal untuk menyelamatkan anak-anak dari daerah konflik.

Sementara itu, hal berbeda terjadi di Indonesia. Pemerintah Pemerintah Indonesia sebelumnya telah memutuskan untuk tidak akan memulangkan ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat bergabung dengan ISIS. Nasib anak-anak asal Indonesia yang berada di kamp Suriah juga hingga saat ini masih belum ditentukan oleh pemerintah.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts