Ditunjuk Jadi Komut Pertamina, Ahok: Erick Kasihan Sama Saya
Nasional

Kelakar tersebut ia sampaikan saat berdiskusi di acara peluncuran buku berjudul "Panggil Saya BTP: Perjalanan Psikologis Ahok Selama di Mako Brimob" pada hari ini.

WowKeren - Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bercerita ketika dirinya menerima tawaran Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk menjadi bagian dari BUMN. Hal itu disampaikan olehnya saat peluncuran sebuah buku berjudul "Panggil Saya BTP: Perjalanan Psikologis Ahok Selama di Mako Brimob".

Dalam acara diskusi itu, ia sempat berkelakar bahwa latar belakang Erick menunjuk dirinya adalah karena faktor kasihan. "Saya berpikir mungkin Erick kasihan saya enggak punya kerja. Saya sudah kerja di swasta dikasih saham juga, walaupun tak sebanyak operasional DKI, ya," kata Ahok di Jakarta Barat, Senin (17/2).


Meski ia tercatat sebagai kader salah satu parpol, namun ia memastikan bahwa dirinya akan fokus dengan tugasnya saat ini. "Saya pikir kita di swasta aja. Tidak masuk struktur partai. Saya janji jadi fungsionaris partai, saya ngajar," jelas dia.

Terkait alasan Erick menjatuhkan pilihannya padanya, Ahok yakin hal itu karena reputasi yang dimilikinya. Sebab, seseorang dipercayakan untuk mengemban amanah sebagai pemimpin pasti karena memiliki reputasi yang sudah tak diragukan lagi.

"Saya bisa dipakai orang karena reputasi," sebut Ahok. "Kalau kamu jadi presdir lu enggak mungkin nyolong, gua jalan-jalan ke luar negeri lah."

Sementara itu, di Pertamina sendiri, Ahok telah membuat sejumlah gebrakan transparansi. Ia menegaskan bahwa semua pengadaan di perusahaan berplat merah tersebut harus lewat satu pintu. Selain itu, ia juga meminta agar ke depannya masing-masing unit di Pertamina saling berhubungan.

Mantan Gubernur DKI tersebut mencontohkan kilang B lagi membutuhkan sparepart dan kebetulan kilang A punya, maka sparepart di kilang A harus bisa didistribusikan ke kilang B. Cara-cara semacam ini dikatakannya bisa memangkas anggaran.

"Nah kalau pengadaan satu pintu, dengan stok yang bisa satu pintu juga, kita bisa hemat uang banyak," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta itu. "Itu yang kita minta direksi lakukan."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts