Tersangka Susur Sungai Maut Bertambah Jadi 3 Orang
Nasional
Tragedi Susur Sungai Sleman

Kabid Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kombes Yuliyanto, menyebut bahwa pihaknya telah menetapkan 2 tersangka baru dalam kasus tragedi susur sungai usai gelar perkara pada Senin (24/2) siang tadi.

WowKeren - Pihak kepolisian menetapkan 2 tersangka anyar terkait tragedi susur sungai Sempor yang menewaskan 10 orang siswa SMPN 1 Turi Sleman, Yogyakarta. Dengan demikian, total tersangka yang telah ditetapkan oleh polisi ada 3 orang.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kombes Yuliyanto. "Tadi siang setelah gelar perkara penyidik menetapkan 2 tersangka baru dengan inisial R dan DS," tutur Yuliyanto dalam keterangnnya pada Senin (24/2).

Kedua tersangka tersebut juga telah diamankan oleh Polda DIY. "Hari ini juga dimulai penahanan kepada yang bersangkutan," terang Yuliyanto.

Meski demikian, Yuliyanto belum bisa memberikan detail mengenai peran kedua tersangka baru tersebut. Sebelumnya, polisi telah menetapkan seorang pembina pramuka sekaligus guru olahraga berinisial IYA sebagai tersangka terlebih dahulu pada Sabtu (22/2) pekan lalu.


IYA dianggap lalai lantaran telah meninggalkan siswanya dengan dugaan sementara kelalaian dengan Pasal 359 dan Pasal 360 KUHP. Akibat perbuatannya itu, IYA terancam dihukum maksimal 5 tahun penjara.

IYA dianggap lalai lantaran telah meninggalkan siswanya dengan dugaan sementara kelalaian dengan Pasal 359 dan Pasal 360 KUHP. Akibat perbuatannya itu, IYA terancam dihukum maksimal 5 tahun penjara.

Sementara itu, tragedi susur sungai ini juga meninggalkan luka bagi para siswa yang berhasil selamat dari maut. Ikatan Psikologi Klinis (IPK) Indonesia wilayah DIY menyatakan sebanyak 6 siswi mengalami gangguan psikologis pasca tragedi.

"Ada 6 siswa mengalami gejala-gejala psikologis dan sudah ditangani tim medis dan psikolog," kata Ketua IPK Indonesia Wilayah DIY, Siti Urbayatun di SMPN 1 Turi, Senin (24/2). "Agar siswa kembali pulih seperti sedia kala."

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sendiri telah menyebut adanya kemungkinan pihak kepolisian menambah jumlah tersangka. Sultan juga menilai bahwa dalam insiden yang sebenarnya sangat bisa diantisipasi tersebut, peran sekolah sangat dominan.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts