Hal itu disampaikan olehnya saat meresmikan kantor baru Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) di Jakarta. Kegelisahan yang dimaksud adalah terkait pemindahan aset negara.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 03 Maret 2020 - 14:53 WIB
WowKeren - Menteri Keuangan Sri Mulyani buka suara terkait kegelisahan dirinya soal pemindahan ibu kota baru ke Kalimantan Timur. Hal itu disampaikan olehnya saat meresmikan kantor baru Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) di Jakarta. Adapun hal yang membuatnya gelisah adalah bagaimana set-aset negara akan dipindah ke ibu kota yang baru.
"Yang harus dipikirkan juga adalah rencana pemindahan Ibu Kota Negara," kata Sri Mulyani melalui akun Instagram resmi miliknya, Jumat (28/2). "Ketika kita pindah ke ibu kota yang baru, apa yang harus dilakukan terhadap aset-aset negara. Saya minta Anda semua membuat road map untuk hal ini."
Oleh sebab itu, ia ingin agar seluruh jajaran LMAN beserta pimpinannya ikut memikirkan bagaimana memindahkan aset ke ibu kota yang baru. Solusi mengenai pemindahan aset ke ibu kota negara baru harus dipikirkan secepatnya.
"Saya ingin di kepala LMANers itu tergelitik kegelisahan seperti ini. Mulai hari ini, mulai nanti malam Anda harus sudah memikirkannya. Sekarang gantian saya yang bisa tidur karena kegelisahan saya sudah pindah ke kepala kalian," katanya.
Seabrek rencana pembangunan tengah digodog oleh pemerintah terkait pembangunan di ibu kota baru nantinya. Proyek ibu kota baru nantinya akan melibatkan investor asing. Terkait hal ini, Majelis Ulama Indonesia ikut angkat bicara.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Anwar Abbas mengatakan jika memang benar nantinya pemerintah akan melibatkan 30 investor asing, ia meminta agar jangan sampai ibu kota baru nantinya justru dikuasai oleh orang asing. Sebab menurutnya, selama ini pemerintah kurang bersifat terbuka dalam menginformasikan strategi pemindahan ibu kota. "Kalau yang terakhir ini yang terjadi tentu hal tersebut akan sangat-sangat kita sesalkan," kata Anwar dilansir CNN Indonesia, Selasa (3/3).
(wk/zodi)