Suhu Tubuhnya Diperiksa Sebelum Ketemu Jokowi, Begini Tanggapan Sri Mulyani
Instagram/smindrawati
Nasional

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku tidak keberatan dengan prosedur tersebut dan menurutnya hal itu wajar. Ia bahkan akan menerapkan metode serupa di lingkungan kementeriannya.

WowKeren - Konfirmasi 2 WNI yang positif terkena corona membuat pemerintah meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi terkait penyebaran virus ini. Bahkan saat akan menggelar rapat internal di Istana Kepresidenan, para menteri harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh sebelum bertemu dengan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Salah satunya Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sri mengaku tidak keberatan dengan prosedur tersebut. Justru, hal itu baik dalam mencegah penyebaran virus corona.

"Oh nggak, itu normal. Semua orang juga dilakukan hal yang sama," kata Sri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3). "Jadi kita menganggap itu suatu yang baik untuk kita dan baik untuk masyarakat."

Tak hanya itu, ia bahkan akan melakukan prosedur serupa di kementeriannya. Penerapan pemeriksaan suhu tubuh di Kemenkeu dilakukan melalui surat edaran. "Kita lakukan, surat edaran, kita lakukan itu," tuturnya.


Kabar adanya 2 WNI yang positif terjangkit corona sukses memancing kepanikan masyarakat. Hal itu terbukti dengan banyaknya warga yang berbondong-bondong menyerbu swalayan untuk membeli stok makanan.

Terkait hal ini, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan arahan. Ia mengatakan jika pemerintah berencana meninjau ketersediaan stok bahan pokok (sembako). "Ya nanti pasti akan ditinjau," ucap Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (2/3).

Tak hanya itu, pemerintah juga akan menggandeng pihak kepolisian untuk meninjau pasokan sembako. Nantinya, warga juga akan dibatasi dalam membeli sembako. Pemerintah hanya ingin memastikan masyarakat tidak melakukan hal-hal yang berlebihan.

"Kami akan mengambil langkah-langkah," lanjut Moeldoko. "Nanti Kapolri (Idham Azis) menurunkan anggotanya untuk ikut membatasi masyarakat melakukan hal yang berlebihan."

Sementara itu, Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik. Ia meminta agar masyarakat membeli bahan makanan sesuai kebutuhan. "Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panic buying," kata Budiharjo, Selasa (3/3).

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait