Kisah Haru Wanita Lahirkan Bayi Kembar Empat Di Tengah Pandemi Corona
SerbaSerbi
Pandemi Virus Corona

Kisah haru datang datang dari Amerika Serikat. Seroang wanita berhasil melahirkan bayi kembar empat di tengah-tengah pandemi corona (COVID-19). Bagaimana ceritanya?

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) saat ini begitu mengguncang dunia setelah mencapai lebih dari 800.000 kasus. Angka kematian juga terus melonjak menjadi lebih dari 40.000 korban jiwa. Sementara orang yang berhasil sembuh melawan COVID-19 dilaporkan lebih dari 180.000.

Di tengah karantina dan penutupan wilayah, sebuah keluarga asal Minnesota, Amerika Serikat tengah merayakan keajaiban kecil. Pasangan suami istri di AS ini telah dikaruniai dengan anak kembar empat.

Pasangan ini bernama Taylor Becher dan Lance Thompson dari Albertville, Minnesota. Keduanya menyambut empat putri kembar mereka yang diberi nama Sawyer, Kennedy, Lakely dan Aurora Thompson pada 11 Maret lalu.

Bayi Kembar Empat Di Tengah Pandemi

Facebook

Saat Taylor menjalani proses melahirkan, virus corona memang baru menyebar di seluruh Amerika Serikat. Akibatnya, banyak rumah sakit menutup pintu bagi pasangan ini dan justru memaksa Taylor untuk melahirkan sendiri di rumah dengan bantuan seadanya.

Setelah berkali-kali mengalami penolakan, pasangan ini akhirnya mendapat ruang bersalin di sebuah rumah sakit. Namun, pasangan ini dilarang membawa pengunjung di rumah sakit selain mereka berdua. Padahal, Taylor dan Lance memiliki seorang anak lelaki bernama Linden yang berusia 22 bulan dan sangat ingin melihat calon adiknya.

Taylor mengaku jika sangat pengalaman melahirkannya tersebut sangatlah sulit. Apalagi, ia melahirkan keempat bayinya dengan prematur di tengah pandemi virus corona sehingga sebagai ibu, ia merasa ketakutan.


"Sulit (saat melahirkan)," kata Taylor seperti dilansir dari ABCNews, Rabu (1/4). “Dan mereka adalah bayi prematur, berada di dalam NICU sehingga mereka mulai memiliki paru-paru yang kurang berkembang, namun mereka juga baru saja keluar dari saluran pernapasan sehingga sangat menakutkan."

Keempat bayi Taylor masing-masing memiliki berat antara 2 hingga 3 pound saat lahir. Keempatnya tetap berada di unit perawatan intensif neonatal (NICU) di Rumah Sakit St. Cloud Centra-Care setelah dilahirkan dan mulai membaik setiap harinya.

"Tiga dari mereka memiliki bantuan pernapasan ketika mereka lahir, tetapi sekarang mereka semua sudah bisa minum melalui botol,” ungkap Taylor. “Akhirnya kita akan mulai menyiapkan botol mereka minggu ini.”

Taylor sendiri mengaku jika dirinya sama sekali tidak percaya bisa mendapatkan empat anak. Pasalnya, dalam pemeriksaan sebelumnya, pasangan ini diberitahu jika anak dalam kandungan Taylor ada tiga bayi.

"Dokter berkata, 'Nah, kalian akan punya banyak anak’, artinya kembar, dan kemudian mereka mengatakan itu kembar tiga," kata sang suami, Lance. "Saya akan bercanda dan bertanya apakah ada lagi (bayinya), tetapi Taylor agak menangis sehingga saya tidak mengatakan apa-apa. Kemudian mereka melakukan pemindaian 3D dan mereka mengatakan jika sang bayi ada empat kali."

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kelahiran bayi kembar empat di Amerika hanya ada sebanyak 115 kelahiran hingga tahun 2018. Seroang dokter kandungan, Jena Swanson mengatakan jika kemungkinan kembar empat identik bahkan lebih kecil, yaitu hanya 1 dari 10 juta orang.

Keempat bayi Taylor dan Lance sendiri masuk dalam kategori kembar identik. Artinya, keempat bayi kembar ini hanya berbagi satu plasenta saja yang merupakan hal langka.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts